F4dli, Sisca Saras dan NecoMe Rilis Lagu Swipe Kanan Kiri

Daftar Isi

Sisca Saras dan NecoMe
F4dli, Sisca Saras dan NecoMe (YouTube.com)

TEGASIAN - Pendengar musik Tanah Air, bersiaplah untuk menyambut gelombang baru dari genre hipdut yang kini semakin berwarna. Industri musik Indonesia kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional melalui sebuah kolaborasi ambisius yang memadukan energi musik Nusantara dengan sentuhan modern dari Negeri Sakura. Proyek yang digawangi oleh mantan member JKT48, Sisca Saras, bersama idol asal Jepang, Ayaka Yasumoto atau yang dikenal dengan nama panggung NecoMe, serta produser berbakat F4dli telah melahirkan sebuah karya segar berjudul “Swipe Kanan Kiri”.

Awal Mula Proyek Kolaborasi Ambisius Sony Music

Proyek kolaborasi ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan merupakan langkah strategis dari raksasa rekaman dunia, Sony Music. Sony Music Indonesia bersama dengan Sony Music Japan secara resmi memulai misi besar untuk membawa genre musik lokal ke panggung global. Proyek yang bertajuk “Hipdut Goes Through Japan” ini secara khusus menunjuk Sisca Saras dan NecoMe sebagai wajah utama dalam single perdana mereka.

Gagasan ini berawal dari ketertarikan tim label terhadap karakter unik produser F4dli, yang sebelumnya telah sukses dengan lagu viral “Aku Dah Lupa”. Dalam wawancaranya, F4dli mengungkapkan bahwa tawaran untuk berkolaborasi datang langsung dari tim Sony Music Indonesia yang sedang menjalin kerja sama dengan mitranya di Jepang. Mereka tertarik dengan karakter suara yang ia bangun sehingga lahirlah kesepakatan untuk membuat sebuah single yang menyatukan dua budaya yang berbeda.

Proses Produksi Kilat di Jakarta dan Bandung

Salah satu hal yang paling mengejutkan dari proyek “Swipe Kanan Kiri” adalah kecepatan proses produksinya. Seluruh pengerjaan dilakukan hanya dalam waktu lima hari di bulan Januari 2026. Momen ini bertepatan dengan kedatangan tim Sony Music Japan yang berkunjung ke Jakarta. Dalam rentang waktu yang sangat singkat tersebut, tim yang solid ini berhasil menyelesaikan tidak hanya dua lagu, tetapi juga satu video musik dan tujuh konten pendukung lainnya.

Sisca Saras mengaku pengalaman ini menjadi momen yang sangat berkesan baginya. Meskipun ia sudah beberapa kali terlibat proyek kolaborasi di dalam negeri, ini adalah pertama kalinya ia bekerja secara langsung dengan musisi dari luar negeri. Ia merasa senang dan antusias karena kebetulan memiliki latar belakang yang mirip dengan NecoMe, yaitu sama-sama berkarir sebagai seorang idol.

Namun, dibalik antusiasme tersebut, terdapat tantangan besar yang harus dihadapi, yaitu perbedaan bahasa. Proses kreatif yang ditengahi oleh penerjemah menjadi pengalaman unik tersendiri. Sisca menjelaskan bahwa bengkel kerja dengan penerjemah harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar lagu yang dihasilkan tetap terasa menyatu dan tidak terputus meskipun menggunakan dua bahasa yang berbeda.

Menyelami Lirik dan Makna di Balik Swipe Kanan Kiri

Setelah proses produksi yang intens, lagu “Swipe Kanan Kiri” akhirnya resmi dirilis ke berbagai platform musik digital pada tanggal 10 April 2026. Pemilihan tanggal ini sengaja disesuaikan dengan agenda karier NecoMe di Jepang agar proses promosi dapat berjalan secara maksimal dan tepat sasaran.

Secara musikal, lagu ini mencoba meramu irama koplo yang kental dengan akar dangdut, dipadukan dengan energi hip hop modern, lalu diberi garnish berupa melodi pop Jepang yang segar. Pendekatan ini merupakan titik temu strategis antara identitas lokal yang kuat dan selera pasar internasional. Liriknya yang menggunakan dua bahasa, Indonesia dan Jepang, menjadi kekuatan utama lagu ini dalam menjangkau audiens yang lebih luas.

Makna yang terkandung dalam lirik “Swipe Kanan Kiri” sangat relevan dengan kehidupan generasi muda masa kini. Frasa “swipe kanan kiri” sendiri merupakan istilah yang populer dari aplikasi kencan daring, di mana orang dengan cepat memilih pasangan hanya berdasarkan penampilan fisik. Lagu ini membawa pesan tentang keberanian dalam menentukan pilihan hidup, terutama dalam urusan cinta.

Liriknya menceritakan tentang seseorang yang lelah dengan hubungan yang tidak jelas dan main mata. Penggalan lirik seperti “Lama-lama aku ditinggal sendiri, Kamu pergi lagi katanya mau sendiri” menggambarkan frustrasi karena pasangan yang selalu pergi dan tidak konsisten. Namun, seiring berjalannya lagu, narator bangkit dan mengambil kendali atas situasinya. Frasa “Aku yang kendali” dan “Udah ga peduli, please jangan balik lagi” menunjukkan tekad untuk tidak lagi terjebak dalam hubungan yang meragukan.

Mengapa Hipdut Menjadi Pilihan Utama?

Pemilihan genre hipdut sebagai fondasi lagu ini bukanlah keputusan tanpa perhitungan. Saat ini, perpaduan antara musik hiphop yang digemari anak muda dengan irama dangdut yang bernuansa Indonesia sedang naik daun dan dinilai memiliki potensi besar untuk diterima oleh pasar global.

Produser F4dli, yang memang sudah tidak asing lagi dengan genre ini melalui lagu-lagu hits sebelumnya, mencoba menghadirkan sesuatu yang berbeda. “Perpaduan musik Indonesia dan Jepang itu jarang, jadi aku memakai dasar koplo atau dangdut, tapi diberi sentuhan melodi dan sound khas Jepang sehingga terasa segar dan beda,” jelas F4dli mengenai visi kreatifnya dalam proyek kolaborasi ini.

Sisca Saras juga mengaku sangat menikmati proses membawakan genre ini. Baginya, hipdut terasa seru dan asyik karena lagunya yang upbeat dan mudah untuk dijadikan joget, sehingga ia bisa mengekspresikan energi positifnya dengan leluasa.

Dampak dan Ekspektasi Kedepan

Peluncuran “Swipe Kanan Kiri” menandai babak baru dalam pertukaran budaya musik antara Indonesia dan Jepang. Sony Music berharap proyek yang bertajuk “Hipdut Goes Through Japan” ini dapat menjadi batu loncatan bagi genre lokal untuk memperluas jangkauan internasional, dengan Jepang sebagai pintu masuk utamanya karena memiliki ekosistem pop yang kuat dan basis penggemar idol yang loyal.

Secara pribadi, kolaborasi ini juga menjadi langkah besar bagi karier Sisca Saras. Setelah sukses dengan single emosional seperti “Tak Berakhir Sama” dan “Katanya Cinta”, ia ingin menunjukkan sisi lain dari dirinya yang lebih energik dan siap menembus pasar internasional. Melihat hasil yang maksimal dalam waktu produksi yang sangat singkat, tim Sony Music Japan pun langsung antusias dan yakin bahwa proyek ambisius ini akan membuahkan hasil yang manis.

Dengan perpaduan irama yang khas, lirik yang lugas, dan kolaborasi lintas budaya yang jarang terjadi, lagu “Swipe Kanan Kiri” layak untuk dinantikan dan didukung. Ini bukan hanya tentang sebuah lagu, tetapi juga tentang sebuah gerakan untuk membawa musik Indonesia melangkah lebih jauh ke kancah dunia.