Menjelang Asian Games 2026 di Jepang: Persiapan dan Antusiasme
![]() |
| Asian Games 2026 (Facebook.com) |
TEGASIAN - Ajang olahraga terbesar se-Asia kembali akan digelar pada tahun 2026. Setelah sukses menjadi tuan rumah Olimpiade Tokyo 2020, Jepang kini bersiap menyambut para atlet terbaik dari seluruh benua Asia dalam perhelatan Asian Games 2026. Edisi kedua puluh dari pesta olahraga multicabang ini akan menjadi momen bersejarah sekaligus ajang pembuktian bagi ribuan atlet yang telah mempersiapkan diri bertahun-tahun lamanya. Dengan mengusung semangat persatuan dan keberlanjutan, Asian Games 2026 di Jepang diproyeksikan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga jembatan budaya yang mempererat hubungan antarnegara di kawasan Asia.
Sejarah dan Signifikansi Asian Games 2026 di Jepang
Asian Games 2026, yang secara resmi dikenal sebagai XX Asiad, akan diselenggarakan di Prefektur Aichi dan Kota Nagoya, Jepang. Ini merupakan kali ketiga Jepang berperan sebagai tuan rumah pesta olahraga terbesar di Asia, setelah sebelumnya menjadi tuan rumah pada tahun 1958 di Tokyo dan 1994 di Hiroshima. Penyelenggaraan edisi ini sangat berarti bagi Jepang karena menjadi ajang olahraga terbesar berikutnya setelah Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020. Asian Games 2026 juga menjadi ajang yang mengembalikan siklus empat tahunan tradisional setelah edisi 2022 di Hangzhou, China tertunda hingga 2023 akibat pandemi COVID-19.
Dengan mengusung slogan resmi "Imagine One Asia", penyelenggaraan tahun ini diperkirakan akan melibatkan sekitar 15.000 atlet dan ofisial dari 45 Komite Olimpiade Nasional yang tergabung dalam Dewan Olimpiade Asia (OCA). Lebih dari 10.000 atlet dari seluruh Asia akan berkumpul di Jepang untuk ajang multicabang terbesar di benua ini. Asian Games 2026 akan berlangsung pada tanggal 19 September hingga 4 Oktober 2026, dengan upacara pembukaan digelar pada 19 September.
Persiapan Indonesia Menuju Asian Games 2026
Kontingen Indonesia telah mematangkan persiapan untuk menghadapi Asian Games 2026 di Jepang. Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, secara intensif memantau perkembangan persiapan atlet dan memastikan kebutuhan masing-masing cabang olahraga dapat dipenuhi secara optimal. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga mengucurkan anggaran sebesar Rp61 miliar untuk mendukung persiapan atlet menuju Asian Games 2026. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memberikan dukungan penuh terhadap kontingen Indonesia, dengan dana yang telah disalurkan agar persiapan dapat dilakukan secara maksimal.
Indonesia dipastikan akan mengikuti 32 cabang olahraga pada Asian Games 2026 di Aichi dan Nagoya. Jumlah atlet yang akan diberangkatkan saat ini mencapai 411 orang, dengan potensi bertambah menjadi sekitar 420 hingga 450 atlet, serta melibatkan sekitar 150 ofisial sehingga total rombongan mencapai sekitar 600 orang. Program persiapan menuju Asian Games 2026 difokuskan di dalam negeri dengan memaksimalkan sumber daya yang tersedia. Target yang dicanangkan oleh kontingen Indonesia adalah meraih empat medali emas dari berbagai cabang olahraga yang diikuti.
Venue dan Infrastruktur Asian Games 2026
Stadion Utama Asian Games 2026 adalah Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium yang baru selesai dibangun di Nagoya. Stadion ini akan menjadi lokasi upacara pembukaan, penutupan, dan cabang atletik utama. Pekerjaan pembangunan stadion yang dimulai pada tahun 2023 ini telah selesai pada April 2026, dengan peningkatan kapasitas tempat duduk sebanyak 3.000 menjadi sekitar 30.000 kursi serta penambahan satu jalur lintasan menjadi total sembilan jalur. Untuk menciptakan harmoni dengan alam sekitar, atap yang dirancang menyerupai awan dipasang di atas tribun, dan dinding luar menggunakan anyaman kayu.
Selain Nagoya dan Prefektur Aichi sebagai pusat penyelenggaraan, pertandingan Asian Games 2026 juga akan tersebar di berbagai kota lain seperti Tokyo dan Osaka. Total terdapat 53 venue kompetisi dan 72 venue latihan yang akan digunakan. Pendekatan ini sejalan dengan konsep keberlanjutan dan efisiensi melalui pemanfaatan fasilitas olahraga yang sudah ada, termasuk beberapa fasilitas eks-Olimpiade Tokyo 2020, untuk menekan biaya pembangunan infrastruktur baru.
Cabang Olahraga yang Dipertandingkan
Asian Games 2026 akan mempertandingkan 43 cabang olahraga resmi dengan 71 disiplin dan 469 nomor pertandingan. Sebelumnya, panitia mengumumkan 41 cabang olahraga, namun kemudian menambahkan dua cabang lagi yaitu padel dan teqball pada Maret 2026, sehingga melengkapi daftar 43 cabang olahraga. Daftar lengkap cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi olahraga akuatik (renang, loncat indah, renang sinkron, dan polo air), panahan, atletik, bulu tangkis, bisbol/sofbol, bola basket, tinju, breaking, kano/kayak, olahraga beladiri (jujitsu, kurash, MMA), bersepeda (jalan raya, trek, gunung, BMX), berkuda, esports, anggar, sepak bola, golf, senam, hoki, kabaddi, karate, pentathlon modern, dayung, rugbi, layar, sepak takraw, menembak, skateboarding, panjat tebing, skuas, selancar, tenis meja, taekwondo, tenis, teqball, triathlon, bola voli, angkat besi, gulat, dan wushu.
Beberapa cabang olahraga seperti bisbol, bola voli, sepak bola, hoki, dan kriket akan memulai pertandingan lebih awal sebelum upacara pembukaan. Bisbol menjadi cabang olahraga paling awal yang dipertandingkan, dimulai pada 10 September 2026. Sementara itu, cabang olahraga panjat tebing menjadi salah satu dari 32 cabang yang akan diikuti oleh kontingen Indonesia.
Esports Kembali Dipertandingkan sebagai Cabang Medali
Salah satu daya tarik utama Asian Games 2026 adalah kembalinya esports sebagai cabang olahraga yang memperebutkan medali resmi. Esports sebelumnya diperkenalkan sebagai cabang demonstrasi pada Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang, dan kini menjadi cabang medali penuh untuk kedua kalinya. Sebanyak 11 judul game akan dipertandingkan dalam ajang ini. Daftar lengkapnya meliputi kompetisi beladiri (Street Fighter 6, Tekken 8, The King of Fighters XV), Pokemon UNITE, Honor of Kings, League of Legends, Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), Gran Turismo 7, eFootball, PUBG Mobile, Identity V, dan Naraka: Bladepoint. Pengenalan esports ini diharapkan dapat menarik perhatian generasi muda dan semakin memperkuat posisi esports sebagai cabang olahraga yang diakui secara internasional. Kualifikasi esports Asian Games 2026 telah berlangsung dari 30 Mei hingga 21 Juni 2026 di tiga kota tuan rumah yaitu Singapura, Kuala Lumpur, dan Ho Chi Minh.
Api Obor dan Estafet Torch Relay
Semarak Asian Games 2026 semakin terasa dengan dimulainya rangkaian acara estafet obor. Acara penyaluran api akan dimulai pada 18 Agustus 2026 di Stadion Nasional. Setelah itu, api akan berkumpul pada 22 Agustus 2026 di Kastil Nagoya, dan estafet obor akan dimulai, meliputi 40 kotamadya di Prefektur Aichi hingga 18 September 2026. Estafet obor terbuka untuk semua orang tanpa memandang kebangsaan atau jenis kelamin. Rangkaian acara ini menjadi momen penting untuk membangun antusiasme publik menjelang pembukaan Asian Games 2026 pada 19 September.
Penghitungan Mundur 100 Hari dan Perayaan
Pada 11 Juni 2026, panitia penyelenggara AINAGOC menggelar acara penghitungan mundur 100 hari menuju Asian Games 2026. Acara yang digelar di Midland Square B1F Atrium Event Space ini menampilkan desain obor untuk estafet obor serta medali yang akan diberikan pada Asian Games 2026. Medali yang dipamerkan menggunakan logam daur ulang dari peralatan rumah tangga kecil, sejalan dengan komitmen keberlanjutan penyelenggaraan. Acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan MYERA, grup J-Pop all-girl yang menjadi pendukung resmi Asian Games. Para tamu undangan yang hadir antara lain Gubernur Prefektur Aichi dan Presiden AINAGOC Hideaki Ohmura serta Walikota Nagoya Ichiro Hirosawa. Nama-nama selebritas yang akan menjalani estafet obor pertama juga diumumkan dalam acara tersebut.
Maskot Honohon dan Identitas Visual
Maskot Asian Games 2026 bernama Honohon, seekor makhluk mitologi Shachihoko (ikan berkepala harimau) khas Kastil Nagoya yang melambangkan semangat membara dan fokus tinggi para atlet. Honohon lahir dari api dan semangat di dalam hati para peserta yang akan bertanding di Asian Games 2026. Maskot ini tampil dalam 59 piktogram olahraga yang hidup dan dinamis untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Honohon juga aktif mempromosikan program olahraga Asian Games dengan mencoba berbagai cabang olahraga, termasuk senam ritmik. Identitas visual Asian Games 2026 juga diperkuat dengan penerbitan koin peringatan oleh Kementerian Keuangan Jepang yang menampilkan maskot Honohon dan Uzumin.
Kesiapan Jepang sebagai Tuan Rumah
Jepang telah menunjukkan kesiapan yang matang sebagai tuan rumah Asian Games 2026. Setelah sukses menyelenggarakan Olimpiade Tokyo 2020, pengalaman dan infrastruktur yang dimiliki menjadi modal berharga. Keputusan untuk tidak membangun desa atlet permanen karena biaya tinggi dan memilih alternatif seperti kapal pesiar Costa Serena yang berlabuh di Kinjo Pier untuk menampung 4.000 atlet, serta vila kayu sementara di Pelabuhan Nagoya yang akan digunakan kembali sebagai unit tanggap bencana dan akomodasi wisata setelah pertandingan, menunjukkan pendekatan inovatif dan berkelanjutan. Biaya penyelenggaraan diperkirakan mencapai ¥140,5 miliar (sekitar $927 juta).
Harapan dan Dampak Asian Games 2026
Asian Games 2026 di Jepang tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga momentum untuk mempererat persatuan di seluruh kawasan Asia. Dengan tema "Imagine One Asia", ajang ini diharapkan dapat menjadi jembatan budaya dan meningkatkan pertukaran internasional dengan seluruh Asia. Bagi para atlet, Asian Games 2026 adalah panggung untuk mengukir prestasi dan mengharumkan nama bangsa. Bagi Indonesia, dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari pemerintah, target empat medali emas menjadi motivasi bagi seluruh kontingen untuk tampil maksimal di Aichi-Nagoya.
Asian Games 2026 di Jepang juga menjadi ajang untuk menunjukkan bahwa olahraga mampu menyatukan perbedaan dan menciptakan persaudaraan di antara bangsa-bangsa Asia. Dengan semangat "Imagine One Asia" dan kehadiran lebih dari 15.000 atlet dari 45 negara, edisi kedua puluh Asian Games ini akan menjadi salah satu perhelatan olahraga paling berkesan dalam sejarah. Para pecinta olahraga di seluruh Indonesia dan Asia tentu menantikan momen bersejarah ini, di mana semangat juang, sportivitas, dan persatuan akan bersinar terang di bawah langit Jepang pada September mendatang.
