Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Review Drama Cinderella Closet: Kisah Transformasi Diri yang Manis dan Menyentuh

Cinderella Closet
Cinderella Closet (tbs.co.jp)

TEGASIAN - Drama Jepang selalu memiliki cara tersendiri dalam menyajikan kisah romansa yang tak hanya menghibur tetapi juga sarat makna. Salah satu serial yang berhasil mencuri perhatian pecinta drama Asia di tahun 2025 adalah Cinderella Closet. Mengangkat tema klasik tentang gadis desa yang bermimpi besar di kota metropolitan, drama ini hadir dengan bumbu segar yang membuatnya berbeda dari adaptasi dongeng Cinderella pada umumnya. Dengan sentuhan modern, eksplorasi identitas, serta hubungan antarmanusia yang tulus, Cinderella Closet berhasil menjadi tontonan ringan namun berkesan bagi banyak penonton.

Sinopsis dan Premis Cerita yang Menarik

Cinderella Closet merupakan adaptasi live-action dari manga shōjo karya Wakana Yanai yang telah tamat dengan delapan volume pada Februari 2022. Serial ini diproduksi oleh TBS Sparkle dan tayang perdana pada 2 Juli 2025 di jaringan TBS, dengan durasi sekitar 20 menit per episode dan total 12 episode. Sebelum penayangan televisi, Netflix sudah menyediakan streaming lebih awal di Jepang pada 24 Juni 2025.

Cerita berpusat pada Haruka Fukunaga, seorang gadis polos dari pedesaan yang pindah ke Tokyo untuk memulai kehidupan kuliahnya. Di tengah gemerlap ibu kota, Haruka merasa tidak percaya diri dan kesulitan menyesuaikan diri di antara teman-teman kampusnya yang bergaya modis. Ia diam-diam menyukai Kurotaki, rekan kerjanya di tempat paruh waktu yang tampan, namun ia tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya.

Takdir membawanya bertemu dengan Hikaru Kamiyama, seorang mahasiswa sekolah kecantikan yang glamor dan misterius. Hikaru kemudian menjadi semacam "peri ibu baptis" bagi Haruka, membantunya bertransformasi dan menemukan kepercayaan diri. Namun, di balik penampilannya yang menawan, Hikaru menyimpan rahasia besar yang menjadi titik konflik utama dalam cerita. Sinopsis resmi menggambarkan serial ini sebagai "kisah cinta pertumbuhan seorang gadis desa biasa yang menyukai rekan kerjanya yang tampan... dan transformasinya oleh seorang peri ibu baptis yang tidak konvensional dan bergaya". Drama ini mengemas ulang dongeng klasik melalui sudut pandang modern yang segar, di mana transformasi bukan tentang menarik perhatian pangeran, melainkan tentang menemukan jati diri yang sesungguhnya.

Deretan Pemeran dan Karakter yang Memukau

Salah satu kekuatan utama Cinderella Closet terletak pada pemilihan para pemerannya. Ichika Osaki, yang dikenal lewat perannya di Kishiryu Sentai Ryusoulger, dipercaya memerankan tokoh utama Haruka Fukunaga. Sementara itu, Leo Matsumoto yang pernah tampil di I Cannot Reach You berperan sebagai Hikaru Kamiyama.

Penampilan Leo Matsumoto sebagai Hikaru menjadi salah satu sorotan utama dalam drama ini. Seorang pengulas dari MyDramaList memuji bahwa Matsumoto tidak sekadar berdandan seperti wanita, tetapi ia benar-benar "menghidupi perannya dengan pesona dan ketulusan". Ia digambarkan mampu mencuri perhatian di setiap adegan melalui gaya fesyennya yang memukau. Bahkan, banyak penonton yang mengaku iri dengan penampilannya dalam balutan busana feminin yang anggun dan percaya diri.

Selain dua pemeran utama, deretan pemeran pendukung juga turut memperkaya jalan cerita. Rintarō Hachimura, anggota unit dansa dan vokal WATWING, berperan sebagai Keisuke Kurotaki, senior kuliah Haruka yang menjadi incaran hatinya. Karuma memerankan Shū Kiriya, sahabat Hikaru, sementara Yuna Mito berperan sebagai Mio Suzuki, seorang influencer terkenal. Pemeran lainnya termasuk Yamazaki Kei sebagai Nakamura Asuka, rekan kerja paruh waktu Haruka.

Drama ini disutradarai oleh Ryōsuke Fukawa bersama Kana Torii dan Hironobu Okano, dengan naskah ditulis oleh Ayako Katō dan Satsuki Orito. Lagu tema serial ini berjudul Akuma yang dibawakan oleh FREDERI♂.

Alur Cerita dan Perkembangan Karakter

Sepanjang 12 episode, Cinderella Closet mengajak penonton menyaksikan perjalanan Haruka dalam menemukan jati dirinya. Awalnya digambarkan sebagai gadis tomboy yang kaku dan kurang percaya diri, Haruka perlahan berubah berkat bimbingan Hikaru. Hubungan mereka berkembang dari sekadar mentor dan anak didik menjadi ikatan yang lebih dalam dan kompleks.

Memasuki episode 5 hingga 6, fokus cerita bergeser dari perasaan sang "Fairy Godmother" menuju kesadaran sang "Putri" akan kebenaran tentang dongengnya sendiri. Konflik semakin memanas pada episode 7 hingga 8, di mana hubungan antara Haruka dan Hikaru mulai rumit. Puncaknya, pada episode 11 hingga 12, penonton disuguhkan akhir yang bahagia lengkap dengan sentuhan ikonik sepatu kaca.

Salah satu aspek yang paling diapresiasi adalah penggambaran karakter pendukung yang tidak sekadar menjadi pelengkap. Mereka digambarkan sebagai pribadi yang "cacat, lucu, dan kadang-kadang menggemaskan". Para pengulas menilai bahwa karakter-karakter ini memiliki dimensi yang cukup untuk terasa nyata dan memiliki kehidupan di luar alur utama cerita. Hal ini menjadikan Cinderella Closet terasa seperti potret kehidupan nyata seseorang, bukan sekadar tontonan fiksi belaka.

Eksplorasi Tema Gender dan Identitas Diri

Yang membuat Cinderella Closet istimewa adalah cara dramanya mengeksplorasi tema gender dan identitas dengan cara yang alami dan tidak memaksakan. Karakter Hikaru yang berpenampilan feminin meskipun berjenis kelamin laki-laki digambarkan dengan penuh keanggunan dan kepercayaan diri.

Seorang pengulas bahkan menyebut bahwa drama ini menyentuh tema "panseksualitas dan gender fluid" dengan cara yang natural. Hal yang sama juga disorot oleh pengamat lain yang mengaku terkejut karena mengira Jepang lebih konservatif, namun justru menemukan kedalaman dan keberagaman yang tidak terduga dalam serial ini.

Meskipun demikian, tidak semua penonton sepenuhnya puas dengan cara drama ini menangani romansa antara Haruka dan Hikaru. Beberapa pengulas merasa bahwa chemistry romantis di antara mereka justru memudar menjelang akhir cerita. Bahkan, ada yang berpendapat bahwa mereka lebih cocok digambarkan sebagai sahabat terbaik yang saling mendukung daripada sebagai pasangan kekasih yang dipaksakan menuju akhir yang terduga. Adegan ciuman yang dianggap kurang meyakinkan juga menjadi catatan tersendiri bagi sebagian penonton.

Penerimaan Penonton dan Rating

Secara keseluruhan, Cinderella Closet mendapatkan respons yang cukup positif dari penonton. Di IMDb, serial ini meraih rating 7.4 dari 10 berdasarkan lebih dari 480 ulasan. Sementara itu, di platform watch-list.me, rating yang diberikan mencapai 7.6.

Banyak penonton menggambarkan drama ini sebagai tontonan yang "ringan dan sangat menawan". Meskipun terkadang terasa sedikit konyol dan dangkal, sebagian besar setuju bahwa karakter-karakternya sangat menggemaskan dan mudah untuk ditonton secara maraton. Seorang pengguna MyDramaList bahkan menyebut serial ini sebagai "perjalanan yang aneh namun akhirnya berakhir dengan rapi dan tanpa banyak celah untuk dikeluhkan".

Namun, tidak sedikit pula yang mengkritik beberapa aspek dari drama ini. Beberapa penonton merasa bahwa alur cerita terasa terburu-buru, terutama menjelang akhir. Ada pula yang berpendapat bahwa karakter Haruka dan Hikaru memiliki potensi besar tetapi tidak ditangani dengan optimal. Seorang pengulas bahkan menggambarkan Haruka sebagai karakter yang "sangat hambar". Kritik lain datang dari penampilan akting Ichika Osaki yang dinilai terlalu berlebihan dan seperti karakter anime, sehingga sulit untuk dianggap serius.

Pesan Moral dan Nilai yang Dapat Diambil

Terlepas dari segala kekurangannya, Cinderella Closet berhasil menyampaikan pesan yang kuat tentang penerimaan diri dan pentingnya menjadi diri sendiri. Sebuah ulasan menyebutkan bahwa drama ini "membayangkan ulang dongeng klasik melalui sudut pandang modern yang lembut — di mana transformasi bukan tentang menarik perhatian pangeran, tetapi menemukan jati diri yang sesungguhnya".

Pesan ini diperkuat dengan pernyataan bahwa "kecantikan dan cinta bersinar paling terang ketika berasal dari dalam, bukan dari kebutuhan untuk dilihat oleh orang lain". Drama ini mengajarkan bahwa perubahan terbesar dalam hidup sering kali dimulai dari keberanian untuk menerima diri sendiri apa adanya.

Kelebihan dan Kekurangan Drama

Menyimak berbagai ulasan yang beredar, berikut adalah beberapa poin yang menjadi kelebihan dan kekurangan Cinderella Closet.

Dari sisi kelebihan, drama ini menawarkan cerita yang sederhana namun menghangatkan hati. Tidak ada melodrama berlebihan atau tokoh antagonis yang kejam, hanya karakter-karakter yang menyenangkan dan mudah untuk disukai. Akting para pemain, terutama Leo Matsumoto, mendapat pujian tersendiri. Selain itu, eksplorasi tema gender yang dilakukan dengan natural menjadi nilai tambah yang langka ditemukan dalam drama sejenis.

Di sisi lain, beberapa kekurangan yang menonjol adalah alur cerita yang terasa terlalu terburu-buru, terutama pada bagian akhir. Penampilan akting Ichika Osaki yang dianggap terlalu berlebihan juga menjadi catatan. Chemistry romantis antara pemeran utama juga dinilai kurang kuat dan justru memudar seiring berjalannya cerita.

Kesimpulan: Layak Ditonton untuk Pengalaman yang Menyenangkan

Cinderella Closet mungkin bukanlah drama yang menghadirkan terobosan besar atau cerita yang mengguncang industri. Namun, serial ini berhasil menjadi tontonan yang "stylish, manis, dan secara tidak terduga penuh pemikiran — sebuah dongeng yang nyaman tentang menemukan diri sendiri, bahkan jika sepatu kacanya tidak sepenuhnya pas di akhir".

Bagi pecinta drama romantis ringan yang ingin melepas penat dari tontonan berat, Cinderella Closet adalah pilihan yang tepat. Dengan durasi 20 menit per episode, serial ini sangat mudah untuk ditonton sekaligus atau dinikmati secara bertahap. Kehadirannya di Netflix membuat akses menjadi semakin mudah bagi penonton internasional.

Drama ini mengingatkan kita bahwa setiap orang memiliki kisahnya sendiri, dan terkadang, bantuan dari orang yang tidak terduga dapat menjadi titik balik dalam perjalanan menemukan jati diri. Cinderella Closet membuktikan bahwa dongeng klasik pun masih bisa disajikan dengan cara baru yang relevan dan menyentuh hati penonton modern.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Review Drama Cinderella Closet: Kisah Transformasi Diri yang Manis dan Menyentuh
  • Review Drama Cinderella Closet: Kisah Transformasi Diri yang Manis dan Menyentuh
  • Review Drama Cinderella Closet: Kisah Transformasi Diri yang Manis dan Menyentuh
  • Review Drama Cinderella Closet: Kisah Transformasi Diri yang Manis dan Menyentuh
  • Review Drama Cinderella Closet: Kisah Transformasi Diri yang Manis dan Menyentuh
  • Review Drama Cinderella Closet: Kisah Transformasi Diri yang Manis dan Menyentuh