Review Drama Gimbap and Onigiri: Romansa Lintas Budaya yang Menghangatkan
![]() |
| Gimbap and Onigiri (tv-tokyo.co.jp) |
TEGASIAN - Dunia drama Asia kembali dihebohkan dengan hadirnya serial kolaborasi antara Jepang dan Korea Selatan berjudul Gimbap and Onigiri. Drama ini tayang perdana pada 12 Januari 2026 di TV Tokyo dan secara global melalui Netflix. Mengusung genre food, romance, dan drama, serial ini menawarkan cerita sederhana namun penuh kehangatan yang berhasil mencuri perhatian pencinta drama Asia, termasuk di Indonesia.
Apa yang membuat Gimbap and Onigiri istimewa? Judulnya sendiri sudah menggugah selera—mengambil nama dua hidangan ikonik dari Korea dan Jepang yang sekilas terlihat mirip namun sebenarnya berbeda, sebagaimana kisah cinta dua tokoh utama dari latar belakang budaya yang berbeda. Drama ini dibintangi oleh aktor Jepang Eiji Akaso dan mantan member IZ*ONE asal Korea Selatan, Kang Hye-won, yang berhasil menghadirkan chemistry hangat dan natural di layar kaca.
Sinopsis: Pertemuan Dua Jiwa yang Tersesat
Gimbap and Onigiri mengisahkan tentang dua anak muda yang sedang berada dalam fase tidak pasti dalam hidup mereka. Hase Taiga (diperankan oleh Eiji Akaso) adalah mantan atlet lari andalan tim estafet universitas yang masa depannya hancur akibat performa buruk. Kini, ia menjalani hidup tanpa mimpi besar dan bekerja paruh waktu di sebuah restoran kecil bernama Tanomi selama tiga tahun. Di sisi lain, ada Park Rin (diperankan oleh Kang Hye-won), seorang mahasiswi pascasarjana asal Korea Selatan yang sedang menempuh studi animasi di Jepang.
Kehidupan Rin tidaklah mudah. Setelah berhasil menyelesaikan tugas kuliahnya tepat waktu, ia justru mendapat kabar buruk: harus segera keluar dari asrama mahasiswa. Sebagai warga asing, mencari tempat tinggal baru di Jepang bukanlah hal mudah, dan Rin pun kelelahan secara fisik dan mental.
Takdir mempertemukan Taiga dan Rin di restoran Tanomi. Dalam kondisi lapar dan lelah, Rin mencicipi onigiri buatan Taiga yang sederhana namun penuh kehangatan. Onigiri tersebut perlahan memulihkan tenaga dan perasaannya. Taiga pun terpikat oleh senyum Rin saat menikmati makanannya dengan lahap. Dari pertemuan sederhana itulah, kisah cinta perlahan tumbuh di antara dua insan dari latar belakang berbeda.
Pemeran Utama dan Karakter
Drama ini dibintangi oleh jajaran aktor dan aktris lintas negara yang memperkuat nuansa romansa dan budaya dalam cerita. Eiji Akaso berperan sebagai Hase Taiga, pria yang masih dibayangi masa lalunya sebagai atlet. Akaso berhasil menghadirkan karakter Taiga dengan cukup baik, menunjukkan sisi rentan sekaligus hangat dari seorang pria yang kehilangan arah hidup.
Kang Hye-won memerankan Park Rin, mahasiswi pascasarjana dari Korea yang datang ke Jepang untuk belajar animasi. Sebagai mantan idol K-pop yang beralih menjadi aktris, ini menandai peran drama Jepang pertama Kang Hye-won dan comeback-nya ke proyek romantis hampir empat tahun setelah Seasons of Blossom.
Dalam konferensi pers, Akaso Eiji berbagi kesannya tentang Kang Hye-won dengan mengatakan bahwa awalnya ia mengira sang aktris akan tampak pendiam, tetapi ternyata ia ramah dan mudah diajak bicara. Kang Hye-won sendiri memuji dukungan Akaso di lokasi syuting, terutama ketika menghadapi tantangan bahasa. Ia mengungkapkan bahwa bahkan dialog bahasa Jepang yang asing pun menjadi mudah dipahami karena Akaso membantunya mengerti dan beradaptasi.
Selain kedua pemeran utama, drama ini juga menampilkan Moon Ji-hoo yang berperan sebagai senior Kang di universitas, serta Seo Hye-won sebagai teman Rin.
Gimbap dan Onigiri: Simbol Perbedaan yang Indah
Salah satu daya tarik utama drama ini adalah penggunaan makanan sebagai metafora hubungan antar karakter. Gimbap (atau kimbap) adalah makanan populer Korea yang terbuat dari nasi putih yang digulung dengan lembaran rumput laut kering atau gim, biasa dikenal dengan nama nori dalam bahasa Jepang. Sementara onigiri adalah hidangan serupa dari Jepang.
Meskipun sekilas terlihat mirip—sama-sama nasi yang dibungkus rumput laut—keduanya memiliki perbedaan mendasar. Gimbap biasanya berisi daging matang, telur, acar, atau kimchi dengan nasi yang dibumbui minyak wijen, sementara onigiri memiliki karakteristik dan cita rasa tersendiri. Perbedaan inilah yang menjadi simbol indah dari hubungan Park Rin dan Hase Taiga—dua orang yang terlihat mirip namun berasal dari budaya berbeda, yang justru saling melengkapi dan menemukan cinta di tengah perbedaan.
Drama ini tidak menonjolkan konflik budaya sebagai konflik utama, melainkan menyoroti bagaimana keintiman dan kedekatan tumbuh perlahan melalui interaksi sehari-hari. Setiap hidangan yang disajikan dalam drama membawa budaya dari negara asalnya, menjadikan makanan sebagai bahasa universal cinta.
Alur Cerita per Episode
Gimbap and Onigiri terdiri dari 10 episode dengan durasi sekitar 38 menit per episode. Cerita dimulai ketika Rin, setelah menyelesaikan tugas kuliahnya, mengetahui bahwa ia harus mengosongkan asrama. Sementara itu, Taiga mendapat kesempatan untuk menciptakan menu baru di restoran tempatnya bekerja.
Episode kedua memperlihatkan Taiga yang memberanikan diri mengajak Rin berkencan, meskipun ia terguncang oleh kenyataan bahwa waktu Rin di Jepang terbatas. Konflik mulai muncul di episode ketiga ketika masalah komunikasi menghampiri pasangan baru ini, namun Taiga tetap membantu Rin pindah ke apartemen barunya.
Memasuki episode keempat, Taiga harus kembali ke kampung halamannya untuk upacara peringatan ayahnya—sebuah tempat yang telah lama ia hindari. Di episode kelima, Taiga mulai mendapatkan kembali kepercayaan dirinya saat menjalankan acara katering dengan seseorang dari masa lalunya, sementara Rin merenungkan masa depannya setelah kelulusan.
Episode-episode berikutnya semakin memperdalam hubungan keduanya, termasuk perjalanan ke area pemandian air panas yang indah di episode keenam. Perayaan Tahun Baru di restoran Tanomi menjadi momen penting di episode kedelapan di mana mereka membahas masa depan Rin di Jepang. Konflik memuncak ketika ibu Rin datang tanpa pemberitahuan di episode kesembilan dan mengetahui keberadaan Taiga untuk pertama kalinya. Episode terakhir menghadirkan keputusan besar ketika Rin menerima tawaran pekerjaan dan memutuskan kembali ke Korea, membuat mereka berdua merenungkan waktu yang telah mereka habiskan bersama dan apa yang akan terjadi di masa depan.
Respon Penonton dan Kritik
Gimbap and Onigiri mendapatkan beragam respon dari penonton dan kritikus. Di IMDb, serial ini mendapat rating 6.7 dari 10. Sementara di MyDramaList, drama ini meraih skor 7.0 dari lebih dari 2.000 pengguna.
Mashable memberikan rating 3 dari 5 dalam ulasan mereka. Meskipun episode pertama memiliki banyak klise dan momen yang dapat diprediksi, setiap adegan tetap memancarkan kehangatan yang tulus. Melihat Rin menemukan ketenangan di restoran yang nyaman dan dalam hidangan buatan Taiga terasa menghangatkan hati.
Seorang penonton di MyDramaList menggambarkan drama ini sebagai "lambat tapi masih manis, imut, dan romantis". Namun, ada juga yang mengkritik penulisan cerita yang dianggap biasa saja, meskipun ide dan pemerannya dinilai baik. Beberapa penonton merasa hubungan antara kedua tokoh utama terasa imut di sebagian besar waktu, tetapi ada beberapa hal yang dianggap mengganggu dan kekanak-kanakan, terutama saat konflik di pertengahan cerita.
Meskipun demikian, banyak yang setuju bahwa drama ini memiliki momen-momen yang genuinely good dan bukanlah tontonan yang buruk. Bagi mereka yang mencari tontonan healing yang tidak berlebihan atau terlalu ramai, Gimbap and Onigiri dianggap sebagai pilihan yang sempurna.
Keunggulan Drama: Lebih dari Sekadar Cerita Cinta
Ada beberapa alasan mengapa Gimbap and Onigiri layak mendapat perhatian lebih. Pertama, kisahnya yang relate dengan masa muda yang memperjuangkan mimpi. Baik Taiga maupun Rin digambarkan sebagai karakter yang realistis dengan masalah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari—kegagalan karier, tekanan akademik, dan kesulitan mencari tempat tinggal di negeri orang.
Kedua, drama ini termasuk slow-paced drama yang ringan namun bermakna. Pengenalan setiap karakternya jelas, bertahap, dan tidak terburu-buru. Penonton dapat dengan mudah memahami alur tanpa kehilangan makna yang ingin disampaikan.
Ketiga, chemistry antara Eiji Akaso dan Kang Hye-won terasa hangat dan natural. Eiji Akaso digambarkan sebagai aktor yang effortlessly charming dalam setiap adegannya, sementara Kang Hye-won menyampaikan setiap emosi dengan ketulusan.
Keempat, drama ini menampilkan sisi lain dari kehidupan perkotaan yang lebih tenang, semakin hidup dengan iringan suara piano ketika tidak ada dialog dalam adegan. Sinematografi yang indah dan penggambaran lokasi yang apik turut menambah nilai estetika drama ini.
Tradisi Kuliner dalam Drama
Salah satu aspek menarik dari Gimbap and Onigiri adalah penggambaran tradisi kuliner Jepang dan Korea. Drama ini tidak hanya menampilkan onigiri dan gimbap, tetapi juga hidangan-hidangan lain seperti Osechi Ryori—hidangan Tahun Baru tradisional Jepang—yang ditampilkan ketika Taiga dan Nao merayakan Tahun Baru di Kedai Tanomi. Ada juga hidangan Dak Gomtang yang turut memperkaya cerita.
Melalui makanan, drama ini berhasil menunjukkan budaya kedua negara tanpa harus menggurui penonton. Setiap hidangan menjadi jembatan yang menghubungkan dua karakter dari latar belakang berbeda, sekaligus menjadi simbol dari perjalanan emosional mereka.
Kesimpulan: Apakah Layak Ditonton?
Gimbap and Onigiri mungkin bukan drama dengan alur yang revolusioner atau twist yang mengejutkan. Namun, di tengah hiruk-pikuk drama dengan konflik berat dan intrik rumit, kehadiran serial ini seperti secangkir teh hangat di malam yang dingin. Dengan durasi 10 episode yang tidak terlalu panjang, drama ini cocok ditonton di sela-sela kesibukan.
Bagi pecinta drama romantis lintas budaya, penggemar Eiji Akaso maupun Kang Hye-won, atau sekadar mereka yang mencari tontonan healing yang ringan namun bermakna, Gimbap and Onigiri adalah pilihan yang tepat. Drama ini mengingatkan kita bahwa cinta bisa tumbuh dari hal-hal sederhana—seperti sepotong onigiri yang dibuat dengan ketulusan, atau secarik gimbap yang dinikmati bersama.
Meskipun cerita berakhir dengan Rin yang kembali ke Korea setelah menerima tawaran pekerjaan, akhir cerita meninggalkan ruang bagi kelanjutan kisah mereka. Hingga saat ini, pihak produksi belum mengonfirmasi apakah akan ada musim kedua, namun ending yang terbuka memberikan harapan bagi penonton yang ingin melihat kelanjutan romansa Taiga dan Rin.
Pada akhirnya, Gimbap and Onigiri adalah drama tentang dua orang yang serupa namun berbeda—seperti gimbap dan onigiri—yang menemukan bahwa perbedaan justru bisa menjadi awal dari sesuatu yang indah. Sebuah pengingat bahwa di balik setiap hidangan sederhana, ada cerita, ada perjuangan, dan ada cinta yang menunggu untuk ditemukan.
