Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Review Drama Pursuit of Jade: Kisah Cinta dan Perjuangan di Tengah Perang

Pursuit of Jade
Pursuit of Jade (iq.com)

TEGASIAN - Dunia drama China atau yang akrab disebut dracin kembali dihebohkan dengan kehadiran Pursuit of Jade, sebuah serial bergenre romansa sejarah yang berhasil mencuri perhatian penonton global, termasuk di Indonesia. Dibintangi oleh Zhang Linghe dan Tian Xiwei, drama ini mengangkat kisah cinta yang tumbuh dari pernikahan kontrak antara seorang gadis penjagal babi yang tangguh dan seorang bangsawan yang jatuh miskin serta membawa beban dendam masa lalu. Dengan total 40 episode, Pursuit of Jade berhasil mencatatkan berbagai rekor dan meraih rating tinggi di berbagai platform streaming. Berikut ulasan lengkapnya.

Sinopsis: Dari Pernikahan Palsu Menuju Cinta Sejati di Tengah Badai

Pursuit of Jade mengisahkan tentang Fan Changyu, seorang putri tukang jagal babi yang hidup sederhana bersama adik perempuannya. Kehidupannya berubah drastis ketika ia secara tidak sengaja menyelamatkan seorang pria bernama Xie Zheng yang ditemukannya dalam kondisi pingsan di tengah badai salju. Xie Zheng ternyata adalah seorang bangsawan sekaligus jenderal yang dikenal kejam di medan perang, namun kini hidup dalam penyamaran dan menyembunyikan identitas aslinya untuk membalas dendam atas kehancuran keluarganya yang terjadi 17 tahun silam.

Demi kepentingan masing-masing, keduanya sepakat menjalani pernikahan kontrak. Fan Changyu membutuhkan perlindungan sosial untuk mempertahankan rumah peninggalan orang tuanya yang terancam direbut, sementara Xie Zheng membutuhkan identitas baru untuk melanjutkan misi balas dendamnya. Hubungan yang awalnya hanya didasari oleh kepentingan praktis ini perlahan-lahan berkembang menjadi cinta yang tulus seiring berjalannya waktu.

Namun, kebahagiaan mereka tak berlangsung lama. Peperangan besar memaksa mereka terpisah dalam situasi yang penuh kekacauan dan ketidakpastian. Fan Changyu, yang tak rela kehilangan suaminya, memutuskan untuk maju ke medan perang dengan pisau penjagalnya, mencari keadilan sekaligus suaminya yang menghilang. Sementara itu, Xie Zheng mengklaim kembali gelarnya sebagai bangsawan dan berperang demi melindungi negaranya serta cintanya. Takdir akhirnya mempertemukan mereka kembali di tengah medan peperangan, di mana keduanya harus menantang nasib dan mengungkap kebenaran yang selama ini disembunyikan.

Deretan Bintang dan Karakter yang Memukau

Salah satu daya tarik utama Pursuit of Jade adalah deretan pemainnya yang bertabur bintang. Zhang Linghe berperan sebagai Xie Zheng, seorang bangsawan Wu'an yang penuh luka dan konflik batin. Penampilannya dalam drama ini disebut-sebut sebagai peran terbaik sepanjang kariernya oleh para penonton. Di sisi lain, Tian Xiwei memerankan Fan Changyu, putri tukang daging yang mendobrak batasan gender dan menolak tunduk pada nasib. Dikenal dengan julukan Ratu Drama Kostum, Tian Xiwei berhasil menampilkan akting yang sangat tangguh meski memiliki visual yang manis.

Tak kalah menarik, deretan pemeran pendukung juga turut bersinar. Ren Hao memerankan Li Huai'an, sosok pria lembut yang diam-diam melindungi karakter utama wanita, yang membuatnya dijuluki netizen sebagai bodyguard cinta. Kong Xue'er berperan sebagai Yu Qianqian, mantan trainee agensi Korea Selatan yang kini fokus merambah dunia akting. Kehadiran aktor-aktor senior seperti Kevin Yan (Yan Yikuan) sebagai Wei Yan dan Liu Lin sebagai Madame Zhao semakin memperkuat kualitas emosional drama ini. Chemistry yang kuat antara para pemain, terutama antara Zhang Linghe dan Tian Xiwei sebagai pasangan utama, menjadi magnet kuat bagi para penggemar.

Kualitas Produksi dan Visual yang Memukau

Dari segi visual, Pursuit of Jade benar-benar menghadirkan pengalaman sinematik yang memukau. Setiap adegan terasa seperti lukisan hidup dengan sinematografi yang rapi, warna-warna yang soft namun tetap elegan, serta kostum yang detail. Drama ini sebagian besar difilmkan di Hengdian World Studios, dengan lebih dari 95 persen pengambilan gambar dilakukan di berbagai area pemandangan dan ruang produksi di sana. Selain itu, pengambilan gambar juga dilakukan di Zhejiang, Yunnan, dan Sichuan, menampilkan pemandangan danau yang indah, set istana megah, serta medan perang yang luas.

Yang menarik, beberapa hewan seperti burung dan babi yang muncul dalam drama ternyata asli, bukan hasil CGI atau AI. Hal ini menunjukkan komitmen tim produksi dalam menghadirkan kualitas visual yang meyakinkan. Sutradara Zeng Qingjie, yang sebelumnya juga menggarap Blossom dan Immortal Destiny, berhasil menghadirkan visi estetika yang luar biasa dalam drama ini.

Rating Tinggi dan Popularitas Fenomenal

Pursuit of Jade berhasil mencatatkan berbagai pencapaian impresif sejak hari pertama penayangannya pada 6 Maret 2026. Dalam enam jam pertama, drama ini mengumpulkan 218.000 penilaian dengan sekitar 92 persen di antaranya memberikan rating bintang lima, yang merupakan catatan penilaian tertinggi dalam dua tahun terakhir. Nilai heat index di Tencent Video langsung menembus angka 23.000 dalam 15 menit pertama dan melampaui 29.000 dalam tiga hari pertama, menjadikannya drama dengan pertumbuhan popularitas tercepat sejak 2025.

Di platform iQIYI, indeks popularitasnya mencapai 9.500. Drama ini juga berhasil menempati posisi pertama dalam jumlah penonton di Netflix Taiwan. Di MyDramaList, platform rating hiburan Asia terkemuka, Pursuit of Jade debut dengan skor 9.0 yang kemudian naik menjadi 9.1, menandai rating pembukaan tertinggi untuk drama China di platform tersebut dalam dua tahun terakhir. Lebih dari 38.000 pengguna MyDramaList memberikan penilaian dengan rating tinggi tersebut.

Tak hanya itu, drama ini juga mencatat lebih dari 4 miliar tayangan efektif di platform streaming China dan menjadi C-Drama pertama yang masuk Netflix Global Top 10 Non-English TV. Di Indonesia sendiri, drama ini masih berada di peringkat kedua dalam daftar pencarian paling populer di platform iQIYI Indonesia bahkan dua bulan setelah penayangan perdananya.

Adaptasi Novel dan Proses Produksi

Pursuit of Jade diadaptasi dari novel populer berjudul Zhu Yu karya Tuan Zi Lai Xi. Proyek ini mulanya diberi nama Chasing Jade sebelum berganti menjadi Pursuit of Jade setelah memasuki tahap produksi dan menyelesaikan proses lisensi penayangan. Drama ini disutradarai oleh Zeng Qingjie, yang berhasil membawa visi artistiknya ke dalam layar. Proses syuting berlangsung selama empat bulan, antara akhir 2024 hingga April 2025.

Kontroversi dan Kritik

Meski meraih kesuksesan besar, Pursuit of Jade tak luput dari kontroversi. Salah satu kritik yang paling mencuat adalah mengenai penampilan fisik para aktor, terutama Zhang Linghe, yang dianggap terlalu tampan untuk berperan sebagai jenderal perang. Netizen bahkan menyindir karakter tersebut pakai makeup jam 4 pagi untuk bertempur jam 6. Kritik lebih keras datang dari media yang berafiliasi dengan militer China, yang menilai penggambaran jenderal dalam drama ini terlalu melembutkan sosok prajurit.

Selain itu, sebagian penonton juga mengkritik alur cerita yang dianggap lebih mengutamakan keindahan visual daripada koherensi naratif, dengan beberapa inkonsistensi plot. Ada pula yang mengeluhkan bahwa porsi layar Zhang Linghe dan Tian Xiwei sebagai karakter utama semakin sedikit menjelang 20 episode terakhir. Di sisi lain, di platform Douban, drama ini hanya meraih skor 6.8 dari sekitar 80-90 ribu pengguna yang memberikan penilaian.

Namun, terlepas dari berbagai kritik tersebut, Pursuit of Jade tetap berhasil memikat hati jutaan penonton di seluruh dunia. Banyak yang memuji bagaimana drama ini menggambarkan cinta tanpa terlalu bergantung pada adegan romantis berlebihan, melainkan melalui rasa percaya, kesetiaan, pengorbanan, dan perhatian kecil yang muncul selama menghadapi berbagai masalah.

Musik Pengiring yang Menyentuh Hati

Tak lengkap rasanya membahas Pursuit of Jade tanpa menyebutkan musik pengiringnya yang emosional. Lagu tema utama berjudul I Tread Carefully With Fate dinyanyikan oleh maestro vokal JJ Lin. Lagu ini menjadi kado spesial bagi para penggemar yang belum bisa move on dari penampilan panggung JJ Lin. Selain itu, terdapat pula lagu tema emosional berjudul Pure as I Am yang dinyanyikan oleh Yisa Yu, serta lagu tema cinta berjudul The Endless Quest yang dibawakan oleh Zhang Bichen. Kehadiran musik yang berkualitas ini semakin memperkaya pengalaman menonton dan berhasil menyentuh perasaan penonton.

Kesimpulan: Drama yang Layak Ditonton

Pursuit of Jade adalah drama yang berhasil memadukan berbagai elemen dengan apik: romansa yang tumbuh perlahan, intrik politik yang menegangkan, aksi peperangan yang epik, serta visual yang memukau. Meski menuai kontroversi dan kritik, drama ini tetap menjadi salah satu fenomena terbesar di dunia hiburan Asia pada tahun 2026. Keberhasilan drama ini tidak hanya terlihat dari angka-angka rating yang fantastis, tetapi juga dari dampaknya yang berhasil memperkenalkan drama China atau dracin ke lebih banyak penggemar baru di Indonesia.

Bagi para penggemar drama bergenre sejarah dan romansa, Pursuit of Jade adalah tontonan yang wajib masuk dalam daftar putar. Dengan total 40 episode yang dapat disaksikan di berbagai platform streaming seperti Netflix, WeTV, dan iQIYI, drama ini menawarkan perjalanan emosional yang tak terlupakan. Kisah perjuangan Fan Changyu yang berani dan tangguh, serta perjalanan Xie Zheng dalam menuntut keadilan, menjadi pengingat bahwa cinta sejati mampu bertahan di tengah badai peperangan dan intrik kekuasaan.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Review Drama Pursuit of Jade: Kisah Cinta dan Perjuangan di Tengah Perang
  • Review Drama Pursuit of Jade: Kisah Cinta dan Perjuangan di Tengah Perang
  • Review Drama Pursuit of Jade: Kisah Cinta dan Perjuangan di Tengah Perang
  • Review Drama Pursuit of Jade: Kisah Cinta dan Perjuangan di Tengah Perang
  • Review Drama Pursuit of Jade: Kisah Cinta dan Perjuangan di Tengah Perang
  • Review Drama Pursuit of Jade: Kisah Cinta dan Perjuangan di Tengah Perang