Review Drama S&X: Ketika Terapis Seks Justru Tak Bisa Sembuhkan Dirinya Sendiri
![]() |
| S&X (Netflix.com) |
TEGASIAN - Netflix kembali menghadirkan tayangan berani dengan mengangkat tema yang jarang dieksplorasi secara mendalam melalui serial orisinal Jepang terbarunya, S&X. Drama yang tayang perdana secara global pada 20 Agustus 2026 ini langsung menarik perhatian karena mengusung topik sensitif seputar seksualitas dan keintiman. Diadaptasi dari manga karya Kisei Tada berjudul S to X: Therapist Shimotori Ichito no Kokuhaku, serial ini menawarkan lebih dari sekadar sensasi, tetapi sebuah eksplorasi emosional tentang hubungan manusia yang kompleks.
Sinopsis: Konselor Handal dengan Luka Masa Lalu
Serial S&X berpusat pada sosok Ichito Shimotori, seorang terapis seks yang dijalankan dengan apik oleh aktor Jepang kenamaan, Kento Nakajima. Dalam kesehariannya di Klinik Shimotori, ia berhadapan dengan berbagai pasien yang datang dengan masalah intim yang tidak dapat mereka ceritakan kepada siapa pun, bahkan kepada orang terdekat sekalipun. Mulai dari masalah keintiman dalam pernikahan, perselingkuhan, disfungsi seksual, hingga trauma masa lalu, semuanya ia tangani dengan pendekatan yang penuh empati dan tanpa menghakimi.
Namun, di balik sosok profesional yang tampak memahami segala hal tentang hubungan ini, terdapat sebuah ironi mendalam. Shimotori menyimpan trauma masa lalu yang membuatnya tidak bisa menjalin hubungan seksual dengan orang lain. Keadaan ini menjadi sebuah beban rahasia yang ia pikul sendirian. Konflik semakin memuncak ketika ia kembali bertemu dengan Yumi Ichinose (diperankan oleh Yuko Araki), teman masa kecil sekaligus cinta pertamanya di bangku sekolah menengah. Pertemuan kembali ini membangkitkan perasaan lama dan memaksanya untuk menghadapi ketakutannya sendiri, sebuah perjalanan yang justru lebih sulit daripada menangani masalah para pasiennya.
Performa Akting yang Memikat
Salah satu daya tarik utama S&X adalah transformasi akting Kento Nakajima. Dikenal dengan citra "pangeran" yang karismatik, ia benar-benar melebur ke dalam karakter Shimotori yang pendiam, tenang, dan penuh perhatian. Ia tidak tampil sempurna; justru dengan segala kerapuhan dan kecanggungannya, karakter Shimotori terasa sangat manusiawi. Kento Nakajima berhasil menunjukkan dualitas seorang terapis yang sangat mampu membantu orang lain, namun terjebak dalam masalahnya sendiri. Chemistry-nya dengan Yuko Araki juga menjadi nilai tambah, menghidupkan kembali kisah cinta masa lalu yang rumit dengan nuansa dewasa dan penuh kerinduan.
Lebih dari Sekadar Drama Dewasa: Mengupas Isu Sosial
Meskipun bergenre drama dengan rating dewasa karena mengangkat tema seksual secara eksplisit, S&X bukanlah sekadar tontonan untuk sensasi. Serial ini berhasil menyelami sisi emosional dan psikologis di balik setiap masalah yang dihadapi karakternya. Beberapa tema utama yang diangkat dengan sangat baik antara lain:
Stigma dan Tabu dalam Masyarakat. S&X dengan cerdas menyoroti bagaimana seksualitas masih menjadi topik tabu untuk dibicarakan secara terbuka, bahkan di negara maju sekalipun. Profesi Shimotori sebagai terapis seks sering kali menghadapi stigma dan pandangan miring dari masyarakat. Serial ini mengajak penonton untuk merenungkan betapa pentingnya pendidikan seks yang komprehensif dan ruang aman untuk mendiskusikan masalah-masalah intim.
Koneksi Antara Seks dan Emosi. Serial ini secara konsisten menekankan bahwa seks bukanlah semata-mata tentang kenikmatan fisik. Setiap episode menghadirkan kasus berbeda yang mengaitkan masalah seksual dengan perasaan malu, kesepian, insecure, keegoisan, hingga penyalahgunaan. Hal ini mengingatkan penonton bahwa keintiman adalah sebuah spektrum kompleks yang sangat terkait dengan kesehatan mental dan emosional seseorang.
Ironi Sang Penolong. Inti dari drama ini terletak pada ironi utama: seorang ahli yang tidak bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Shimotori adalah sosok yang memberikan nasihat bijak, tetapi ia sendiri tidak berani mengambil langkah untuk kebahagiaannya sendiri. Konflik internal ini menjadi penggerak emosional yang kuat, membuat penonton ikut merasakan perjuangannya untuk menerima dirinya sendiri dan melepaskan trauma masa lalu.
Produksi dan Penerimaan
Disutradarai oleh Shogo Kusano dengan skenario dari Tomoko Yoshida, S&X hadir dengan kemasan sinematik yang apik. Dengan total 7 episode yang masing-masing berdurasi sekitar 45-50 menit, serial ini menawarkan alur cerita yang tidak bertele-tele atau brisk. Setiap adegan dan dialog terasa disengaja untuk membangun kedalaman karakter dan pesan yang ingin disampaikan.
Ulasan kritis dari berbagai media pun cenderung positif. Banyak yang memuji pendekatan hangat dan penuh pemikiran dari serial ini dalam menangani topik yang sarat dengan trauma dan keintiman. Situs Moviesr.net misalnya, memberikan skor 8/10 dan menyebut eksekusi S&X sebagai tontonan yang "mindful" atau penuh kesadaran. Sementara itu, K-waves and Beyond bahkan memberikan rating 4.5, menyoroti bagaimana serial ini tidak pernah kehilangan fokus pada "manusia" di balik setiap masalah yang dihadapi.
Kesimpulan: Sebuah Tontonan yang Menggugah
S&X adalah sebuah drama yang berhasil menaklukkan tema berat dengan cara yang lembut dan menggugah. Ini bukanlah tontonan yang mengumbar adegan panas semata, melainkan sebuah studi karakter yang mendalam tentang seorang pria yang berjuang melawan iblis masa lalunya sendiri. Dengan akting yang kuat dari para pemainnya, terutama Kento Nakajima, dan penggarapan cerita yang cerdas, serial ini layak menjadi tontonan wajib bagi mereka yang mencari drama dengan kedalaman emosional dan relevansi sosial yang tinggi.
Bagi Anda yang siap menyelami kisah tentang penerimaan diri, keberanian untuk menghadapi trauma, dan arti sejati dari keintiman, S&X adalah pilihan yang tepat. Serial ini mengingatkan kita bahwa terkadang, langkah paling berani adalah membuka luka kita sendiri dan membiarkan orang lain masuk.
