Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Review Jujutsu Kaisen: Dari Anime Hingga Akhir Manga yang Epik

Jujutsu Kaisen
Jujutsu Kaisen (abema.tv)

TEGASIAN - Jujutsu Kaisen telah menjadi salah satu fenomena terbesar dalam industri anime dan manga modern. Sejak pertama kali dirilis pada tahun 2020, serial ini berhasil menarik perhatian jutaan penonton dengan dunia yang kelam, karakter yang kuat, serta animasi yang memukau. Kini di tahun 2026, waralaba Jujutsu Kaisen telah mencapai berbagai tonggak penting, mulai dari tayangnya Season 3 yang mengangkat arc Culling Game hingga berakhirnya manga utama dan sekuelnya. Artikel ini akan mengulas secara mendalam perjalanan Jujutsu Kaisen dari berbagai aspek, mulai dari kualitas animasi, perkembangan karakter, hingga akhir cerita yang kontroversial.

Sekilas tentang Dunia Jujutsu Kaisen

Bagi yang baru mengenal serial ini, Jujutsu Kaisen mengikuti kisah Yuji Itadori, seorang remaja yang secara tidak sengaja menjadi wadah bagi Ryomen Sukuna, kutukan paling berbahaya yang pernah ada. Yuji kemudian terserap ke dalam dunia tersembunyi para penyihir jujutsu, di mana kutukan lahir dari energi negatif manusia dan harus diusir melalui teknik-teknik kutukan. Cerita dimulai dengan premis yang tampaknya sederhana namun berkembang menjadi narasi yang kompleks dan penuh liku-liku.

Season 3 dibangun langsung di atas kehancuran Insiden Shibuya yang terjadi di musim sebelumnya. Insiden tersebut membongkar ilusi keamanan dengan menyegel penyihir terkuat era modern, Satoru Gojo, membunuh warga sipil dan sekutu, serta memaksa Yuji menghadapi konsekuensi dari kehancuran massal yang disebabkan saat Sukuna mengambil alih tubuhnya. Hal ini mengarah langsung ke Culling Game, sebuah battle royale nasional di mana para penyihir terperangkap di dalam koloni, diberi poin untuk membunuh, dan terikat oleh aturan yang dapat dimodifikasi oleh para pemain itu sendiri.

Season 3: Adaptasi Culling Game yang Memukau

Season 3 Jujutsu Kaisen yang tayang pada Januari 2026 menjadi salah satu momen yang paling dinantikan oleh para penggemar. Musim ini mengadaptasi arc Culling Game, yang dalam versi manganya dikenal sebagai bagian yang cukup rumit dengan pertarungan yang berlarut-larut dan penjelasan aturan dunia yang membosankan. Namun, studio MAPPA sekali lagi menunjukkan kemampuannya dalam mengolah materi sumber menjadi tontonan yang memukau.

Dua episode perdana season 3 tayang bersamaan pada 8 Januari 2026. Episode pertama berjudul "Execution" dibuka dengan prolog tanpa dialog yang secara tonal mengatur ulang Jujutsu Kaisen setelah pertumpahan darah Insiden Shibuya. Adegan pembuka memperlihatkan Yuji yang masih trauma dari kehancuran yang disebabkan Sukuna, tampak sendirian, hidup dari makanan ringan dan membersihkan lingkungan yang porak-poranda dari serbuan roh terkutuk. Momen ini menunjukkan betapa berat beban psikologis yang harus ditanggung oleh sang protagonis.

Salah satu adegan yang paling berkesan adalah ketika Yuji diselamatkan oleh tebasan misterius sebelum akhirnya terpaku di tanah dengan pedang terhunus di lehernya oleh Yuta Okkotsu. Pengambilan gambar lebar yang berdurasi panjang ini menciptakan ketegangan yang luar biasa. IGN dalam ulasannya menyebut bahwa tiga setengah menit pembuka ini dipenuhi dengan pilihan sinematik berani yang mengisyaratkan seberapa besar kualitas yang akan ditawarkan sepanjang musim.

Koreografi pertarungan dalam season 3 juga mendapat pujian luar biasa. Pertarungan antara Choso dan Naoya di episode kedua dianimasikan dengan indah dan menampilkan koreografi yang luar biasa. Banyak penonton yang menilai animasi di season 3 lebih halus dibandingkan dua musim sebelumnya. Penggunaan warna juga dinilai sangat baik, tidak hanya dalam adegan pertarungan tetapi juga dalam penggambaran latar tempat.

Namun, tidak semua respons bersifat positif. Beberapa penonton mengkritik kecepatan pertarungan yang terlalu cepat sehingga sulit untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. Serangan, serangan balik, dan transisi terjadi hampir tanpa jeda, membuat koreografi terasa terburu-buru daripada berdampak. Penggunaan filter merah dan kuning yang berat juga dikritik karena membuat banyak adegan terlihat terlalu jenuh dan berantakan secara visual.

Episode dengan rating terendah di season 3 terjadi ketika cerita fokus pada penjelasan aturan Culling Game yang rumit dan hanya ada obrolan antara Master Tengen dan para penyihir jujutsu. Episode ini mencatat rating 7,7 di IMDb, jauh di bawah episode-episode lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun animasi berkualitas tinggi, aspek naratif yang terlalu padat dengan penjelasan masih menjadi tantangan tersendiri.

Secara keseluruhan, Jujutsu Kaisen memiliki rating tinggi di IMDb, yakni sekitar 8.5/10. Beberapa episode di season 3 bahkan mendapatkan rating di atas 9/10. The Hindu dalam ulasannya menyebut Jujutsu Kaisen sebagai salah satu dari sedikit judul modern yang terasa layak berada dalam napas yang sama dengan legenda shonen era Heian seperti Dragon Ball, One Piece, Naruto, dan Bleach.

Akhir dari Manga: Penutupan yang Kontroversial

Di sisi manga, cerita utama Jujutsu Kaisen telah resmi berakhir. Volume terakhir, yaitu Volume 30, dirilis pada 12 Mei 2026 dan mencakup Chapter 264 hingga 271. Volume ini mengikuti bagian akhir pertarungan melawan Sukuna dan dampak dari pertempuran tersebut, dengan fokus pada kehidupan para penyihir setelah perang usai.

Namun, yang menarik perhatian adalah berakhirnya sekuel manga berjudul Jujutsu Kaisen Modulo yang hanya berjalan selama enam bulan di majalah Weekly Shonen Jump. Manga sekuel ini resmi mengakhiri publikasinya setelah merilis chapter ke-25 pada 12 Mei 2026. Meskipun menjadi sekuel langsung dari seri utama yang populer, akhir cerita ini memicu perdebatan di kalangan penggemar karena meninggalkan berbagai misteri penting.

Salah satu poin yang tidak terselesaikan adalah hilangnya Iori Okkotsu, putra dari karakter Yuta dan Maki. Iori dikabarkan menghilang tidak lama setelah kelahiran Yuka, dan keberadaannya tetap tidak diketahui hingga bab terakhir seri tersebut. Ketidakjelasan nasib juga menimpa Megumi Fushiguro yang hampir tidak disebutkan dalam sekuel ini. Sebagai salah satu protagonis utama di seri original, para pembaca mengeluhkan minimnya informasi mengenai status Megumi setelah peristiwa besar di akhir cerita utama berakhir.

Meskipun demikian, Gege Akutami selaku mangaka telah menegaskan bahwa cerita utama Jujutsu Kaisen sudah mencapai ending dan tidak akan ada kelanjutan. Namun, waralaba ini akan berlanjut dengan Jujutsu Kaisen season ke-4. Season ketiga berakhir awal tahun 2026 dan akan melanjutkan tepat saat semuanya berakhir.

Analisis Karakter: dari Yuji hingga Sukuna

Salah satu kekuatan terbesar Jujutsu Kaisen terletak pada pengembangan karakternya. Yuji Itadori sebagai protagonis utama menunjukkan perkembangan yang signifikan sepanjang cerita. Dalam season 3, Yuji telah berkembang jauh sejak debutnya, sekarang beroperasi sebagai instrumen keadilan yang mengurangi dirinya menjadi alat untuk membasmi kutukan. Penelitian akademis menunjukkan bahwa Yuji menggunakan berbagai mekanisme pertahanan ego, seperti represi, sublimasi, proyeksi, dan pengalihan, untuk menjaga keseimbangan psikologisnya di tengah tekanan yang luar biasa.

Di sisi lain, perdebatan tentang karakter terkuat di Jujutsu Kaisen terus berlanjut di kalangan penggemar. Dalam sebuah jajak pendapat, Ryomen Sukuna terpilih sebagai karakter terkuat dengan 95 poin, mengungguli Satoru Gojo yang berada di angka 94,5. Di tempat ketiga, ada Yuta Okkotsu dengan 85 poin. Sukuna dinobatkan sebagai kutukan dan penyihir jujutsu terkuat dengan kekuatan tak terkalahkan, meskipun ia terjebak dalam rencana Kenjaku, termasuk saat Satoru Gojo akhirnya tertahan di Prison Realm ketika Kenjaku menggunakan tubuh Suguru Geto.

Kehilangan karakter seperti Nanami Kento juga menjadi sorotan dalam ulasan-ulasan tentang serial ini. Kematian Nanami bukan sekadar kehilangan satu karakter pendukung, melainkan representasi kewarasan di dunia yang dipenuhi penyihir eksentrik dan kutukan absurd. Nanami menghadirkan sudut pandang yang membumi: bekerja karena tanggung jawab, bertarung tanpa glorifikasi, dan melindungi tanpa perlu tampil heroik. Ketidakhadirannya di season 3 membuat cerita terasa dingin dan mekanis, tanpa figur penyeimbang yang dulu membuat kekacauan dunia JJK masih terasa manusiawi.

Kekuatan dan Kelemahan Culling Game Arc

Arc Culling Game menawarkan konsep yang ambisius dengan sistem poin, pembagian koloni, aturan yang berlapis, dan pertarungan antarpeserta yang dipaksa bertahan hidup. Dari sisi ide, ini adalah eskalasi logis dari dunia JJK. Namun dalam praktiknya, kompleksitas tersebut terasa melelahkan karena disajikan tanpa jeda emosional yang cukup.

Meskipun demikian, season 3 berhasil menunjukkan pengendalian yang luar biasa dengan menjaga inti karakter tetap kecil dan cerita relatif ketat sebelum akhirnya melepas kendali. Ini adalah pendekatan yang cerdas mengingat arc Culling Game pasti akan menggelembungkan jumlah karakter dengan penyihir jujutsu baru yang baru saja memperoleh kekuatan untuk menggantikan semua yang hilang di Shibuya.

The Hindu mencatat bahwa yang membuat season ini koheren meskipun mitologi Akutami yang semakin padat adalah kejelasan dari trajektori individu masing-masing karakter. Setiap karakter memiliki tujuan dan motivasi yang jelas, sehingga penonton tetap dapat mengikuti alur cerita meskipun dunia semakin kompleks.

Masa Depan Waralaba Jujutsu Kaisen

Meskipun cerita manga utama telah berakhir, waralaba Jujutsu Kaisen masih memiliki masa depan yang cerah. Season 4 dari anime masih dalam tahap pengembangan dan akan mengadaptasi sisa arc Culling Game serta arc final. Proses adaptasi ini diperkirakan akan memakan waktu setidaknya dua tahun setelah arc Culling Game selesai.

Selain itu, MAPPA juga telah membagikan video promosi khusus untuk memperingati rilis volume final, yang membuat penggemar semakin antusias menyambut anime sekuel. Waralaba ini juga akan diperluas dengan novel spin-off yang ditulis oleh penulis horor terkenal Yumeaki Hirayama, yang akan diawasi langsung oleh Akutami sendiri.

Kesimpulan: Warisan Jujutsu Kaisen

Jujutsu Kaisen telah membuktikan dirinya sebagai salah satu waralaba terpenting dalam genre battle shonen modern. Dengan animasi kelas dunia dari studio MAPPA, pengembangan karakter yang mendalam, dan cerita yang berani mengambil risiko, serial ini berhasil menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi para penggemarnya.

Meskipun akhir manga dan sekuelnya menyisakan berbagai pertanyaan yang belum terjawab, tidak dapat dipungkiri bahwa Jujutsu Kaisen telah meninggalkan jejak yang mendalam dalam industri anime dan manga. Seperti yang ditulis oleh salah satu pengulas, Jujutsu Kaisen adalah anime yang wajib ditonton bagi siapa pun yang mengaku pecinta genre aksi dan supranatural. Dengan skor 9.5/10 yang diberikan oleh banyak pengulas, serial ini layak mendapatkan tempatnya di antara para legenda shonen.

Bagi yang belum menonton, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai menyelami dunia Jujutsu Kaisen. Season 3 tersedia di berbagai platform streaming legal di Indonesia seperti Vidio, Crunchyroll, Netflix, Bstation (Bilibili), dan iQIYI. Sementara itu, bagi yang sudah menjadi penggemar setia, perjalanan Jujutsu Kaisen masih belum berakhir. Season 4 dan berbagai proyek spin-off menanti di masa depan, menjanjikan lebih banyak aksi, emosi, dan kejutan dari dunia yang gelap namun memikat ini.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Review Jujutsu Kaisen: Dari Anime Hingga Akhir Manga yang Epik
  • Review Jujutsu Kaisen: Dari Anime Hingga Akhir Manga yang Epik
  • Review Jujutsu Kaisen: Dari Anime Hingga Akhir Manga yang Epik
  • Review Jujutsu Kaisen: Dari Anime Hingga Akhir Manga yang Epik
  • Review Jujutsu Kaisen: Dari Anime Hingga Akhir Manga yang Epik
  • Review Jujutsu Kaisen: Dari Anime Hingga Akhir Manga yang Epik