Review Single's Inferno: Dari Musim Terburuk Menuju Kebangkitan yang Menakjubkan
![]() |
| Single's Inferno (wikitree.co.kr) |
TEGASIAN - Single's Inferno telah menjadi fenomena global sejak pertama kali tayang di Netflix pada Desember 2021. Acara kencan asal Korea Selatan ini berhasil memikat hati penonton di seluruh dunia, termasuk Indonesia, dengan konsep uniknya yang menggabungkan survival di pulau terpencil dengan pencarian cinta. Setelah perjalanan panjang melalui lima musim, drama reality ini terus berevolusi dan mencatat berbagai rekor baru. Artikel ini akan mengulas perjalanan Single's Inferno dari musim ke musim, dengan fokus pada kebangkitan spektakuler di musim kelima yang baru saja tayang.
Konsep Dasar yang Tetap Menggoda
Sejak awal, Single's Inferno mengusung premis sederhana namun adiktif: sekelompok lajang menarik dikirim ke "Pulau Neraka" yang terpencil, di mana mereka harus bertahan hidup dengan sumber daya terbatas sambil membangun koneksi romantis. Satu-satunya cara untuk melarikan diri dari Neraka adalah dengan berpasangan dan meraih kencan di "Paradise" — sebuah hotel mewah tempat pasangan dapat menikmati malam romantis privat. Di Paradise, para kontestan akhirnya diizinkan mengungkapkan detail pribadi seperti usia dan profesi yang selama ini dirahasiakan di Neraka. Format yang konsisten ini, dipadukan dengan para panelis yang menghibur seperti Dex (pemenang musim kedua), Lee Da-hee, Kyuhyun Super Junior, dan Hong Jin-kyung, menjadi formula yang membuat penonton terus ketagihan.
Musim Keempat: Ketika Ekspektasi Tak Terpenuhi
Musim keempat Single's Inferno yang tayang pada Januari hingga Februari 2025 menjadi salah satu babak paling kontroversial dalam sejarah acara ini. Meskipun berhasil mencatat rekor penayangan minggu pertama sebesar 4,8 juta penonton, yang merupakan tertinggi dalam waralaba ini, musim ini justru menuai banyak kritik dari penggemar setia.
Salah satu keluhan utama adalah durasi penayangan yang terlalu terfokus pada kisah cinta Lee Si-an, seorang peserta yang disukai oleh empat pria sekaligus. Penonton merasa perjalanan cinta peserta lain yang tak kalah menarik menjadi terabaikan. Lee Si-an, yang sebelumnya adalah perenang kompetitif dan kontestan Produce 48, sering terlihat berubah-ubah perasaan, memberikan harapan palsu pada pria yang menyukainya, sehingga membuat penonton merasa bosan dan frustrasi.
Kritik juga datang dari latar belakang peserta yang dinilai kurang beragam. Mayoritas peserta musim keempat didominasi oleh model, membuat penonton kehilangan variasi dalam hal pendidikan, karier, dan latar belakang yang sebelumnya menjadi daya tarik acara. Beberapa kontestan pria bahkan mendapat sorotan negatif karena dianggap memiliki perilaku yang tidak menunjukkan ketulusan.
Banyak pemirsa merasa Single's Inferno 4 kehilangan keasliannya, karena kontestan dianggap lebih berfokus pada popularitas daripada mencari cinta yang menjadi orisinal cerita acara tersebut. Musim ini bahkan dijuluki sebagai musim terburuk dan paling membosankan sejauh ini oleh para netizen. Akibatnya, rating di MyDramaList hanya mencapai 7,0/10 dari lebih dari 7.000 pengguna, sementara di Douban, musim keempat hanya meraih skor 5,9. Hingga Januari 2026, tidak ada satu pun pasangan dari musim keempat yang masih bersama, termasuk pasangan utama Yuk Jun-seo dan Lee Si-an yang dikonfirmasi sudah tidak bersama dalam penampilan mereka di The Manager pada Maret 2025.
Musim Kelima: Kebangkitan yang Menyegarkan
Menghadapi kritik tajam terhadap musim keempat, tim produksi yang dipimpin oleh Kim Jae-won dan rekan-rekannya melakukan perubahan signifikan. "Kami benar-benar berusaha untuk tidak melewatkan satu pun opini yang dibagikan dan berusaha keras untuk menangkap sudut pandang mayoritas," ujar Kim dalam wawancara dengan Yonhap News. Salah satu masukan utama dari musim keempat adalah durasi tayang yang terlalu terpusat pada segelintir orang.
Merespons hal tersebut, musim kelima yang tayang pada 20 Januari hingga 14 Februari 2026 menghadirkan 15 peserta — jumlah pemeran terbesar dalam sejarah acara ini. "Kami pikir dengan menambah jumlah, berbagai alur cinta akan terbentuk secara alami dan fokus akan terdistribusi di antara lebih banyak orang," jelas Kim. Prediksi ini terbukti tepat, karena musim kelima berhasil menyajikan hubungan dan karakter yang beragam.
Keberagaman fisik dan latar belakang peserta juga menjadi sorotan positif. Berbeda dengan musim-musim sebelumnya yang didominasi oleh standar kecantikan Korea yang seragam, musim kelima menampilkan variasi dalam penampilan para kontestan. Meskipun masih ada model, latar belakang pekerjaan peserta lebih bervariasi, menciptakan dinamika yang lebih kaya.
Choi Mina-sue, pemenang Miss Earth 2022 yang lahir di Australia, dengan cepat menjadi salah satu peserta paling banyak diperbincangkan. Gaya berpacarnya yang oleh sebagian penonton dan panelis dianggap goyah dan indecisive justru dipuji oleh produser Kim sebagai bentuk "kejujuran" yang sulit ditemukan di acara kencan realitas. "Dia orang yang sangat sosial dan hidup, dan dia juga bisa sangat pemalu. Dia pasti sangat menarik," puji Kim.
Energi Baru yang Menyegarkan
Apa yang membedakan musim kelima adalah energi umum dari keseluruhan acara. Para kontestan tampak lebih menyenangkan dan menarik, meskipun banyak dari mereka masih terjebak dalam percakapan kaku saat berbicara satu lawan satu. Lebih dari itu, beberapa perubahan pada aspek kompetisi dan dua kontestan wanita tertentu memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan bagi serial ini.
Musim kelima juga berhasil menghadirkan lebih banyak variasi pasangan. Di musim-musim sebelumnya, banyak pria yang jatuh cinta pada satu kontestan wanita dan berkomitmen sepanjang musim. Namun di musim kelima, hubungan lebih bervariasi, sebagian berkat cara pengelompokan tantangan yang melibatkan kerja sama tim antara pria dan wanita. Ada kesan bahwa para peserta benar-benar ingin saling mengenal satu sama lain.
Drama Halus yang Membuat Ketagihan
Salah satu kekuatan terbesar Single's Inferno adalah ketertarikannya pada ketertarikan halus daripada tontonan yang keras. Kontestan tidak memerlukan pidato dramatis untuk menjadi berkesan. Terkadang, sebuah misteri atau ekspresi yang tidak terbaca melakukan lebih dari sekadar pengakuan besar.
Pendekatan halus inilah yang membedakan Single's Inferno dari banyak acara kencan Barat. Sementara serial seperti "Too Hot to Handle" dan "Love Island USA" sering bergantung pada konflik terbuka, keintiman yang berlebihan, dan twist yang digerakkan oleh produser, Single's Inferno Musim 5 menciptakan ketegangan melalui keraguan dan ambiguitas. Drama yang muncul lebih sedikit berasal dari konfrontasi keras daripada dari jeda, sinyal campuran, dan apa yang tidak diucapkan oleh para kontestan.
Hasilnya, pengalaman menonton terasa berbeda. Alih-alih menunggu twist eksplosif berikutnya, penonton ditarik untuk membaca kimia para pemain dengan cara yang lebih kecil dan lebih hati-hati. Pendekatan halus ini membuat acara terasa lebih menegangkan daripada kacau, karena pemirsa sering dibiarkan menafsirkan perasaan di saat yang sama dengan para kontestan. Musim kelima terutama diuntungkan oleh betapa tidak stabilnya hubungan yang terasa.
Pasangan Final yang Beragam
Final Single's Inferno Season 5 yang tayang pada 10 Februari 2026 menghasilkan beberapa pasangan yang berhasil meninggalkan pulau bersama. Lee Joo-young dan Kim Jae-jin mengkonfirmasi ikatan mereka dengan memilih satu sama lain. Lim Su-been dan Park Hee-sun berhasil mengatasi kesalahpahaman mereka dan akhirnya bersama. Pasangan lain yang terbentuk termasuk Choi Mina-sue dengan Lee Sung-hoon, Kim Min-ji dengan Song Seung-il, Park Hee-sun dengan Lim Su-been, Kim Go-eun dengan Woo Seung-min, dan Lee Joo-young dengan Kim Jae-jin.
Rekor dan Pengakuan
Kesuksesan musim kelima terlihat dari berbagai indikator. Serial ini berhasil menempati posisi No. 2 di tangga acara non-Inggris mingguan Netflix dengan 3,1 juta tayangan untuk pekan yang berakhir 8 Februari. Di Indonesia, Single's Inferno Season 5 bahkan naik hingga posisi 2 teratas Netflix Indonesia. Rating di MyDramaList mencapai 8,2/10 dari lebih dari 6.500 pengguna, sementara di Douban, musim kelima meraih skor sekitar 8,0—peningkatan signifikan dari musim keempat yang hanya 5,9.
Masa Depan Cerah: Renewal untuk Musim Keenam
Puncak kesuksesan Single's Inferno adalah pengumuman resmi produksi musim keenam pada 12 Februari 2026. Hal ini menjadikan Single's Inferno sebagai serial Korea pertama yang diperbarui enam kali dan acara unscripted pertama Netflix Korea yang mencapai musim keenam.
Produser Kim Jae-won mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian ekstra yang diberikan pada musim kelima karena ketertarikan penonton pada peserta seperti Choi Mina-sue. Ia juga menyebut musim terbaru memiliki "peserta yang lebih menarik daripada musim lainnya" dan terkadang merasa seperti sedang menikmati hobi daripada bekerja di ruang editing.
Keberhasilan ini juga dikaitkan dengan keaslian budaya Korea yang menjadi fondasi acara. "Ini adalah konten Korea yang dibuat dari perspektif Korea," ujar Kim. "Apa yang selalu kami targetkan adalah membuat acara dengan nuansa Korea yang unik".
Kesimpulan
Single's Inferno telah membuktikan dirinya sebagai salah satu acara kencan realitas paling sukses dan bertahan lama di era streaming. Dari kritik tajam terhadap musim keempat hingga kebangkitan spektakuler di musim kelima, perjalanan acara ini menunjukkan pentingnya mendengarkan audiens dan terus berinovasi. Dengan musim keenam yang telah dikonfirmasi dan kemungkinan tayang pada kuartal pertama 2027, para penggemar di Indonesia dan seluruh dunia memiliki banyak hal untuk dinantikan. Single's Inferno bukan sekadar acara kencan—ini adalah fenomena budaya yang terus menghangatkan layar kaca dan hati para penontonnya.
