Review Drama Gate 24 The Border: Thriller Bandara dengan Sentuhan Unik
![]() |
| GATE24: The Border (tv-asahi.co.jp) |
TEGASIAN - Dunia drama Jepang kembali menghadirkan tontonan segar melalui serial GATE24: The Border yang tayang perdana pada 23 Juli 2026 di jaringan TV Asahi. Serial yang juga dikenal dengan judul 大空港~GATE24~ ini langsung menarik perhatian penonton berkat premis uniknya: sebuah unit khusus di bandara yang bertugas mengamankan perbatasan Jepang dari berbagai kejahatan transnasional. Dengan latar belakang bandara internasional yang sibuk, drama ini menawarkan perspektif berbeda dari genre kriminal prosedural pada umumnya.
Sinopsis dan Konsep Cerita
GATE24: The Border mengisahkan tentang pembentukan unit tugas khusus bernama GATE24 (Global Airport Task Enforcement) yang dibentuk di bawah koordinasi Kantor Kabinet Jepang. Latar belakang pembentukan unit ini adalah meningkatnya kompleksitas kejahatan internasional dan lonjakan jumlah wisatawan asing yang datang ke Jepang, yang membuat sistem imigrasi dan bea cukai konvensional kewalahan.
Unit GATE24 dibentuk dengan menggabungkan personel dari berbagai instansi—mulai dari petugas imigrasi, bea cukai, karantina, hingga kepolisian—dalam satu tim terpadu agar dapat merespons ancaman dengan lebih cepat dan efektif. Namun kenyataannya tidak semulus rencana. Unit ini justru ditempatkan di sudut terpencil bandara, hanya menangani penerbangan charter dan pesawat kecil, serta sering dianggap sebagai "tim cadangan" yang mengganggu oleh petugas lapangan lainnya.
Di tengah unit yang "tidak diinginkan" ini hadir Mori Machi (diperankan oleh Shuri), seorang petugas bea cukai baru yang memiliki kemampuan luar biasa dalam "membaca" benda-benda di sekitarnya. Keunikannya justru terletak pada kontradiksi: ia jenius membaca objek namun sangat lemah dalam berinteraksi dengan manusia. Kemampuan observasinya yang tajam membuatnya menjadi aset berharga sekaligus anggota tim yang paling tidak konvensional.
Deretan Pemain dan Karakter
Salah satu daya tarik GATE24: The Border adalah deretan pemainnya yang solid. Serial ini dibintangi oleh:
Shuri (趣里) sebagai Mori Machi, petugas bea cukai dengan kemampuan observasi luar biasa yang menjadi tokoh utama
Gordon Maeda (眞栄田郷敦) sebagai Hayami Keiichiro, petugas imigrasi yang percaya bahwa wewenang imigrasi harus selalu menjadi yang utama
Rihito Itagaki (板垣李光人) sebagai Matsuyama Atsushi, petugas bea cukai yang kerap bersaing dengan Hayami
Toshiro Yanagiba (柳葉敏郎) sebagai Fukazawa Zen
Yasuko Matsuyuki (松雪泰子) sebagai Sugihara Midori
Konflik antar departemen menjadi elemen penting dalam serial ini. Hayami dari pihak imigrasi dan Matsuyama dari bea cukai sering terlibat persaingan profesional yang memicu ketegangan di dalam tim. Alih-alih berbagi informasi, mereka justru mempertahankan departemen masing-masing, yang justru menghambat efektivitas GATE24 sebagai unit terpadu.
Produksi dan Tim Kreatif
Di balik layar, GATE24: The Border digarap oleh tim kreatif yang berpengalaman. Sutradara utama adalah Tsunehiro Jouta (常広丈太), dengan skenario ditulis oleh Ushio Kentaro (丑尾健太郎). Musik pengiring digarap oleh Hayashi Yuki (林友樹), sementara lagu tema berjudul "Daikuukou" dibawakan oleh grup Divorce Legend.
Durasi setiap episode sekitar 54 menit, dengan total 10 episode yang direncanakan untuk musim pertama. Serial ini tayang setiap Kamis malam pukul 21.00 waktu Jepang di saluran TV Asahi.
Performa Rating dan Tanggapan Penonton
Salah satu pencapaian menarik dari GATE24: The Border adalah performa ratingnya yang tergolong impresif. Episode perdana yang tayang pada 23 Juli 2026 mencatatkan rating rata-rata 10,7% di wilayah Kanto—sebuah angka yang sangat baik untuk drama musim panas. Pencapaian ini semakin istimewa mengingat deretan pemainnya tidak tergolong "bintang top".
Namun demikian, rating menunjukkan tren penurunan pada episode-episode berikutnya: episode 2 meraih 9,6%, episode 3 turun ke 9,1%, dan episode 4 mencapai 8,6%. Meskipun mengalami penurunan, serial ini tetap menempati posisi kedua dalam perolehan rating musim ini, hanya kalah dari drama unggulan TBS, VIVANT.
Di platform streaming, GATE24: The Border tersedia di Netflix mulai 2 Agustus 2026 dan berhasil masuk dalam daftar sepuluh besar tayangan paling banyak ditonton di Netflix Singapura. Hal ini menunjukkan bahwa serial ini berhasil menjangkau audiens internasional di luar Jepang.
Ulasan dan Kritik
Seperti halnya drama pada umumnya, GATE24: The Border menerima beragam tanggapan dari kritikus dan penonton. Situs agregator rating seperti awwrated memberikan skor 5,8 dari 10, sementara platform lain mencatat rating sekitar 6,0.
Kelebihan yang banyak disorot antara lain:
Setting bandara yang terasa hidup dan autentik. Serial ini berhasil menangkap kekacauan terorganisir dari perjalanan internasional, menjadikan latar tempat terasa sepenting karakter itu sendiri. Produksi visualnya juga mendapat pujian dengan tampilan sinematik yang bersih dan modern.
Penampilan Shuri sebagai Mori Machi dinilai menarik dan menyegarkan. Alih-alih menjadi detektif jenius yang memecahkan segalanya dengan deduksi ajaib, karakternya digambarkan sebagai seseorang yang hanya memperhatikan apa yang diabaikan orang lain.
Dinamika antar lembaga di bandara juga menjadi nilai tambah. Ketertarikan serial ini pada birokrasi institusional memberinya identitas yang berbeda dari drama kepolisian standar.
Kekurangan yang dikritik antara lain:
Penulisan skenario yang terasa "terlalu aman". Untuk serial yang dibangun di sekitar perlindungan perbatasan negara, konflik jarang terasa sepenting yang diharapkan. Dialog juga cenderung terlalu banyak menjelaskan—karakter sering menyatakan kesimpulan yang sudah diketahui penonton, dan eksposisi terkadang mengganggu ritme alami percakapan.
Beberapa penonton mengeluhkan karakter pendukung yang belum mendapat porsi cukup untuk menjadi berkesan di episode awal. Ada juga kritik bahwa alur cerita terasa "dibuat-buat" dengan terlalu banyak kejadian kriminal dalam satu penerbangan.
Seorang pengulas dari MyDramaList menyebut serial ini pada dasarnya adalah "Border Security: Japan yang didramatisasi" dengan set yang terasa agak klaustrofobik karena sebagian besar adegan berlangsung di area pemrosesan penumpang yang sempit. Namun ia juga melihat potensi perkembangan cerita ke arah yang lebih baik seiring berjalannya episode.
Analisis Episode Awal
Episode 1 GATE24: The Border memperkenalkan penonton pada unit GATE24 melalui sebuah pemeriksaan imigrasi rutin yang perlahan berubah menjadi misteri berlapis. Sebuah pasangan suami-istri asing yang ditolak masuk di tempat lain menjalani pemeriksaan di GATE24, dan di tengah pertikaian internal antar anggota tim, Mori Machi dengan tenang menemukan penemuan mengerikan.
Episode 2 menghadirkan ancaman bom yang membahayakan penerbangan, memaksa GATE24 menyaring penumpang yang tertahan. Ketika empat orang hilang sebelum tenggat waktu tengah malam, tim harus berlomba menemukan mereka.
Episode 3 mengangkat dua isu sekaligus: seekor kelinci yang kabur dari penumpang dan berpotensi membawa penyakit menular, serta seorang anak yang dilaporkan "diculik" oleh ayahnya. Kasus kedua berkembang menjadi sengketa hak asuh lintas negara yang melibatkan Konvensi Den Haag. Episode ini juga mengungkap latar belakang Hayami Keiichiro, yang ternyata pernah "terlalu jauh" dalam menangani kasus di masa lalu dan harus dipindahkan sebagai konsekuensinya.
Kesimpulan
GATE24: The Border menghadirkan tawaran menarik bagi pecinta drama kriminal Jepang dengan premis yang unik dan setting yang jarang dieksplorasi. Meskipun menghadapi kritik terkait penulisan skenario yang terasa aman dan beberapa kekurangan dalam pengembangan karakter, serial ini berhasil mencatatkan rating yang solid dan menjangkau audiens internasional melalui Netflix.
Dengan total 10 episode yang direncanakan dan cerita yang mulai menunjukkan perkembangan karakter yang lebih dalam seiring berjalannya waktu, GATE24: The Border layak menjadi pilihan tontonan bagi mereka yang mencari drama prosedural dengan sentuhan berbeda—di mana perbatasan negara dilindungi bukan oleh senjata, tetapi oleh ketajaman observasi dan kerja sama tim yang terus belajar dari konflik internal mereka sendiri.
