Review Drama When Destiny Brings the Demon: Kisah Cinta Lintas Alam
![]() |
| When Destiny Brings the Demon (YouTube.com) |
TEGASIAN - Dunia hiburan Tanah Air kembali dimanjakan dengan hadirnya drama China bergenre fantasi romantis yang menyita perhatian, When Destiny Brings the Demon. Serial yang juga dikenal dengan judul Xian Yu (献鱼) ini tayang perdana pada 16 Agustus 2025 di platform streaming Youku dan langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta drama Asia. Dibintangi oleh Arthur Chen Feiyu dan Wang Yinglu, drama ini mengadaptasi novel populer Xiang Shi Zu Xian Shang Xian Yu karya Fu Hua. Dengan total 33 episode dan durasi sekitar 45 menit per episodenya, When Destiny Brings the Demon menghadirkan kisah cinta yang melintasi tiga alam: dunia manusia, istana dewa, dan alam iblis.
Sinopsis dan Alur Cerita When Destiny Brings the Demon
Kisah berawal dari Zou Yan, seorang pekerja kantoran modern yang menjalani hidup biasa-biasa saja. Namun, takdir berkata lain ketika ia secara tidak sengaja terjatuh ke dunia kultivasi dan terbangun sebagai Liao Ting Yan, seorang murid dari Sekte Qinggutian. Di dunianya yang baru ini, Liao Ting Yan ditugaskan untuk melayani Sima Jiao, penguasa Gengchen Immortal Mansion yang telah tersegel di dalam pegunungan selama lima ratus tahun.
Sima Jiao digambarkan sebagai sosok yang dingin, penuh amarah, dan haus akan balas dendam. Namun, di balik keganasannya, tersimpan luka mendalam yang membuatnya terkurung dalam kesendirian selama berabad-abad. Liao Ting Yan, dengan sifat "ikan asin" atau salted fish—istilah untuk seseorang yang merendahkan diri dan tak memiliki ambisi—hadir membawa warna baru dalam hidup Sima Jiao. Gadis dari masa depan ini mulai membimbing sang penguasa iblis untuk berubah langkah demi langkah, menyalakan kembali harapan dan sisi baik dalam dirinya.
Dalam perjalanannya, keduanya jatuh cinta dan terjerat dalam hubungan yang penuh cinta sekaligus konflik, membentang melalui tiga kehidupan yang berbeda. Mereka harus menghadapi pertarungan antara cinta dan kebencian, takdir dan pilihan, di tengah ancaman yang mengganggu keseimbangan ketiga alam. Pada akhirnya, mereka memilih untuk menjaga cinta mereka dan mempertahankan kedamaian di tiga alam meskipun harus mengorbankan banyak hal.
Pemeran Utama dan Karakter
Dua bintang utama menjadi tulang punggung kesuksesan drama ini. Arthur Chen Feiyu berperan sebagai Sima Jiao, tokoh kuat dan berwibawa dengan karakter yang kelam. Chen Feiyu mengaku bahwa untuk memerankan aura seorang master yang disegani, ia harus sangat presisi dalam akting suara. Sementara itu, Wang Yinglu berperan sebagai Liao Ting Yan, seorang gadis yang secara tidak sengaja masuk ke dunia keabadian dan mengubah hidup Sima Jiao.
Selain kedua pemeran utama, drama ini juga didukung oleh para pemain berbakat lainnya, di antaranya Wang Yi Ting sebagai Ye Ling atau Hong Luo, Gao Han sebagai Hei Nian Ju, serta Wu Yu Heng sebagai Feng Qi. Chemistry antara Arthur Chen dan Wang Yinglu menjadi salah satu daya tarik utama serial ini dan banyak mendapat sorotan positif dari penonton. Dalam sebuah wawancara, Chen Feiyu menggambarkan Wang Yinglu sebagai pribadi yang mudah didekati, berpikiran terbuka, dan lebih hidup dari yang ia bayangkan.
Keunggulan Drama When Destiny Brings the Demon
Salah satu keunggulan utama When Destiny Brings the Demon adalah konsep "ikan asin" atau salted fish yang dibawa oleh karakter Liao Ting Yan. Konsep ini menghadirkan nuansa segar di tengah deretan drama xianxia yang umumnya mengusung tema pengorbanan besar dan penyelamatan dunia. Keengganan Liao Ting Yan untuk berambisi dan sifat malasnya justru menjadi komedi yang menghibur dan membawa angin segar dalam alur cerita.
Chemistry antara kedua pemeran utama juga menjadi nilai jual tersendiri. Banyak penonton yang mengaku terpikat dengan dinamika hubungan antara Sima Jiao yang dingin dan menakutkan dengan Liao Ting Yan yang ceria dan santai. Adegan-adegan romantis antara keduanya disebut sangat manis dan membuat penonton terbawa perasaan.
Selain itu, drama ini menghadirkan dunia yang kaya dengan pembangunan dunia (world-building) yang solid. Ketiga alam—dunia manusia, istana dewa, dan alam iblis—digambarkan dengan detail yang cukup memadai, memberikan pengalaman visual yang memikat bagi penonton. Alur cerita yang melintasi tiga kehidupan juga memberikan variasi dan ketegangan tersendiri, membuat penonton penasaran dengan nasib akhir dari pasangan utama.
Kekurangan dan Kritik
Meskipun memiliki banyak keunggulan, When Destiny Brings the Demon tidak luput dari kritik. Salah satu catatan penting adalah skor Douban yang tergolong rendah, hanya 5.5 dari 9 ribu suara. Banyak komentar menyebut drama ini kurang konsisten dalam alur cerita serta efek visual yang tidak sesuai ekspektasi.
Beberapa penonton mengeluhkan bahwa alur cerita di awal terasa terlalu lambat dan bertele-tele. Ada juga yang merasa bahwa pengembangan karakter tokoh utama perempuan tidak cukup kuat di paruh pertama drama, baru mengalami perubahan signifikan di episode ke-20. Selain itu, beberapa episode dinilai terasa seperti "sampingan" yang kurang terhubung dengan plot utama, meskipun pada akhirnya tetap diikat dengan baik.
Bagian alam iblis dan dunia manusia disebut-sebut sebagai bagian yang paling menarik, namun beberapa penonton merasa bahwa elemen-elemen ini seharusnya diperkenalkan lebih awal dalam drama. Ada pula yang mengkritik bahwa akhir cerita terasa terburu-buru dan kurang memuaskan.
Respon Penonton dan Rating
Meskipun mendapat skor Douban yang rendah, When Destiny Brings the Demon justru meraih sambutan yang cukup hangat di platform internasional. Di MyDramaList, drama ini mendapatkan rating 8.6 dari 10 berdasarkan lebih dari 13.700 pengguna. Lebih dari 32.000 penonton tercatat menonton serial ini, dengan 217 ulasan yang diberikan.
Banyak penonton yang memuji drama ini sebagai tontonan yang ringan, lucu, dan mudah dinikmati tanpa perlu berpikir terlalu keras. Beberapa menyebutnya sebagai salah satu cerita cinta termanis yang akan Anda tonton tahun ini. Chemistry antara Arthur Chen dan Wang Yinglu disebut "kosmik" dan menjadi alasan utama mengapa banyak penonton bertahan hingga akhir.
Namun, ada pula penonton yang mengaku kehilangan minat di tengah jalan karena alur cerita yang terlalu dapat ditebak dan plot transmigrasi yang sudah umum di genre xianxia. Meskipun demikian, sebagian besar setuju bahwa drama ini adalah pilihan yang tepat saat Anda ingin menonton sesuatu yang menghibur tanpa beban.
Fakta Menarik di Balik Layar
When Destiny Brings the Demon diproduksi oleh rumah produksi ternama seperti Youku, Galaxy Cool Entertainment, dan Bentu Pictures, dengan Galaxy Cool Entertainment bertindak sebagai pelaksana produksi. Sutradara Wen De Guang dipercaya untuk mengarahkan drama ini, dengan naskah yang ditulis oleh tim penulis yang dipimpin Jin Lu. Proses syuting berlangsung di Hengdian World Studios, lokasi yang menjadi ikon bagi produksi drama kostum China.
Drama ini ditayangkan di Youku dan juga tersedia di platform Viki dengan subtitle berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Jadwal tayangnya berlangsung dari 16 Agustus hingga 1 September 2025, dengan episode baru dirilis setiap Senin, Selasa, dan Rabu. Empat episode pertama tersedia gratis, sementara episode selanjutnya dapat diakses oleh anggota VIP dan SVIP.
Kesimpulan
When Destiny Brings the Demon adalah drama yang menawarkan perpaduan menarik antara fantasi, romansa, dan komedi dalam balutan cerita lintas alam yang epik. Meskipun tidak sempurna dan mendapat beragam kritik, terutama terkait konsistensi alur dan efek visual, drama ini berhasil memikat hati banyak penonton berkat chemistry kuat antara Arthur Chen dan Wang Yinglu serta konsep "ikan asin" yang segar dan menghibur.
Bagi Anda yang mencari tontonan ringan di sela kesibukan, drama ini bisa menjadi pilihan yang tepat. Namun, jika Anda mengharapkan alur cerita yang kompleks dengan plot twist yang tak terduga, mungkin Anda perlu mempertimbangkan ekspektasi Anda terlebih dahulu. When Destiny Brings the Demon adalah bukti bahwa kadang-kadang, cinta yang terlahir dari takdir—bahkan antara seorang iblis dan gadis malas sekalipun—bisa menjadi kisah yang layak untuk disaksikan.
